Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hampir 2 Bulan Menyebar, 150.630 Hewan Ternak Terjangkit PMK

Setelah kasus pertama ditemukan pada akhir April lalu, per 13 Juni 2022 sebanyak 150.630 hewan ternak positif PMK.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  17:41 WIB
Hampir 2 Bulan Menyebar, 150.630 Hewan Ternak Terjangkit PMK
Petugas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian memeriksa kondisi sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/6/2022). ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian melaporkan per Senin, 13 Juni 2022, pukul 12.00 WIB, jumlah hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) mencapai 150.630 ekor.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Update Perkembangan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.

“Jumlah hewan sakit sebanyak 150.630 ekor, jumlah hewan yang sembuh sebanyak 39.887 ekor, jumlah hewan potong bersyarat sebanyak 893 ekor sementara jumlah hewan mati sebanyak 695 ekor,‘‘ tutur Kuntoro dalam konferensi pers tersebut, Senin (13/6/2022). 

Kementan mencatat kasus tersebut bersumber dari 18 provinsi dan 180 kabupaten yang telah positif PMK. Kementan menghimpun data melalui aplikasi siagapmk.id yang bersumber dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (Isikhnas) dan dilengkapi dengan laporan dari pemerintah daerah terkait pekembangan PMK di indonesia.

Dalam mengendalikan PMK, Kementan berencana mengimpor 3 juta vaksin darurat. Tahap pertama vaksin telah tiba pada Minggu, 12 juni 2022 melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Vaksinasi perdana secara nasional direncanakan akan mulai pada Kamis, 14 Juni 2022, sesuai dengan peta sebaran PMK. Pelaksanaan vaksinasi nantinya akan bekerjasama dengan posko – posko tanggap darurat di daerah.

‘‘Peruntukannya akan diprioritaskan untuk hewan sehat dan beresiko tinggi tertular, yang berada di sumber pembibitan ternak, peternakan sapi perah milik rakyat dan koperasi susu, serta peternakan sapi potong,‘‘ papar Kuntoro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan peternakan peternakan sapi hewan pmk hewan kurban hewan peliharaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top