Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kementerian ESDM Ajukan Izin Prinsip Entitas Khusus Batu Bara, Ini Sorotan APBI

Entitas itu rencananya bakal menarik iuran batu bara dari setiap penjualan bahan baku energi setelah harga dilepas pada mekanisme pasar. Iuran itu dialihkan untuk menambal harga yang dibayarkan PLN dengan menggunakan patokan terkini US$70 per ton.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 10 Juni 2022  |  17:38 WIB
Kementerian ESDM Ajukan Izin Prinsip Entitas Khusus Batu Bara, Ini Sorotan APBI
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg - Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) berharap pembentukan lembaga atau entitas khusus batu bara yang direncanakan rampung bulan ini tidak merugikan produsen dan juga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Entitas itu rencananya bakal menarik iuran batu bara dari setiap penjualan bahan baku energi setelah harga dilepas pada mekanisme pasar. Iuran itu dialihkan untuk menambal harga yang dibayarkan PLN dengan menggunakan patokan terkini US$70 per ton.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan asosiasinya tengah menanti keputusan akhir dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ihwal penetapan entitas khusus batu bara yang belakangan telah memasuki tahap izin prinsip di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Jangan sampai ada yang dirugikan itu konsen kami, di sana kan dua pihak PLN dan pengusaha, bisa saja dirugikan tapi kita tidak tahu bagaimana nanti pelaksanaan di lapangan,” kata Hendra melalui sambungan telepon, Jumat (10/6/2022).

Hendra meminta aturan yang dikeluarkan belakangan dapat berjalan lancar untuk memastikan pasokan batu bara bagi PLN tetap stabil di tengah harga komoditas emas hitam itu yang kembali menguat di pasar dunia. Sementara, transisi energi belum dapat diandalkan untuk mengambil porsi kelistrikan yang masih bertopang pada bahan bakar fosil tersebut.

“Kita ingin memastikan bagaimana ini berjalan lancar tidak merugikan pengusaha dan PLN, bagaimana skemanya kita belum bisa jelaskan terlalu teknis karena belum ada pengumuman resmi,” tuturnya.

Di sisi lain, dia menuturkan, permintaan batu bara dari pembeli baru di sejumlah negara Uni Eropa belakangan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sejumlah negara yang sebelumnya bergantung pada impor batu bara dari Rusia seperti Jerman, Polandia, Italia, Spanyol hingga Belanda disebutkan tengah menjajaki kerja sama pengadaan komoditas strategis itu dari Indonesia.

“Relatif itu semua pasar baru di Eropa pembeli dari sana yang tergantung pada batu bara Rusia sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengatakan kementeriannya tengah menyelesaikan tahapan akhir pembentukan entitas khusus batu bara itu dengan pengajuan izin prinsip ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Secara internal pak Menteri ESDM sudah membuat kebijakan dan arahan kalau eksternalnya kita sudah mengajukan izin prinsip ke Kementerian PANRB kalau target implementasi pak Menteri [sampaikan], yang jelas kita sudah di tahap akhir sudah pengajuan izin prinsip,” kata Ridwan saat ditemui di DPR, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Kementerian ESDM mengibaratkan entitas khusus anyar ini mengambil tugas dan fungsi mirip dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang mendukung program mandatori B30. Nantinya, PLN diminta membeli lebih dahulu batu bara pada penambang sesuai harga pasar. Kemudian selisihnya akan dikembalikan dari kutipan BLU pada tiap perusahaan entitas batu bara tersebut.

Di sisi lain, Ridwan memastikan, pasokan batu bara untuk PLN belakangan relatif stabil di tengah harga komoditas emas hitam itu kembali menguat di angka US$396 per ton data Bursa ICE Newcastle, Kamis (9/6/2022). Harga pengiriman Juni 2022 itu naik 0,6 persen dari perdagangan sebelumnya yang ditutup US$395,4 per ton.

Sementara itu, Bursa ICE Newcastle menunjukan adanya penurunan harga batu bara untuk kontrak Juli 2022 yang belakangan ditutup US$361 per ton atau terkontraksi hingga 1,11 persen dari penutupan sebelumnya di posisi US$365,05 per ton. Dalam sepekan harga batu bara terkontraksi sebesar 7,61 persen.

Kendati demikian, sentimen harga batu bara di Bursa ICE Newcastle masih relatif kuat dengan harga bulanan di atas 6,18 persen dan secara tahunan tercatat menguat hingga 296,49 persen.

“Pasokan batu bara [ke PLN] kita pantau terus menerus sekarang ada sistem baru Simbara, data dari kami sudah masuk mudah-mudahan bisa cepat keluarnya. Terakhir saya dengar kira-kira dua minggu lalu ketahanan stoknya mencapai 20 hari,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top