Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jika Bea Masuk Turun, Impor Bahan Baku Plastik Dari UEA Diprediksi Naik 50 Persen

Kebutuhan konsumsi polipropilena di Indonesia mencapai 1,6 juta per tahun dengan jumlah produksi tahunan sebanyak 870.000 ton.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  14:18 WIB
Jika Bea Masuk Turun, Impor Bahan Baku Plastik Dari UEA Diprediksi Naik 50 Persen
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Indonesia berpotensi kebanjiran bahan baku plastik dari Uni Emirat Arab (UEA). Sebab, rencana penurunan bea masuk komoditas itu ke RI diprediksi  bisa mendongkrak impor bahan baku plastik dari UEA sekitar 50 persen.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan Indonesia saat ini mengimpor bahan baku plastik jenis polyethylene dan polipropilena dari UEA sebanyak 17.000 ton per bulan.

Kedua jenis bahan baku plastik itu, polyethylene dan polipropilena, disebut menjadi 2 pos tarif yang diincar UEA dalam perundingan Indonesia - UEA Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUEA - CEPA.

"Dengan murahnya bea masuk bahan baku plastik serta harga jual yang sama, mereka bisa meningkatkan volume ekspor dari 17.000 ton menjadi 25.000 ton per bulan," ujar kepada Bisnis, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya, polyethylene dan polipropilena merupakan 2 jenis bahan baku plastik dengan porsi konsumsi terbesar di Tanah Air, yakni sekitar 3 juta ton per tahun. Total konsumsi bahan baku plastik nasional sekitar 7 juta ton per tahun.

Untuk polyethylene, kebutuhan konsumsi di Indonesia sebesar 1,4 juta ton per tahun dengan kemampuan produksi tahunan sebanyak 1,05 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi polipropilena di Indonesia mencapai 1,6 juta per tahun dengan jumlah produksi tahunan sebanyak 870.000 ton.

Dengan asumsi bahwa penurunan bea masuk akan menambah impor bahan baku plastik jenis polyethylene dan polipropilena dari UEA, maka industri petrokimia dalam negeri akan banjir oleh sekitar 300.000 ton kedua komoditas dari UEA itu setiap tahunnya.

Belum lama ini, Indonesia dan UEA melaksanakan perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA). UEA berencana mengajukan opsi penurunan bea masuk untuk bahan baku plastik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top