Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR Bangun 29 Jembatan di Ruas Merauke-Sorong, Berapa Anggarannya?

Kementerian PUPR membangun 29 jembatan di ruas Merauke-Sorong, Papua Barat yang menjadi bagian dari jaringan jalan Trans Papua.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  15:19 WIB
PUPR Bangun 29 Jembatan di Ruas Merauke-Sorong, Berapa Anggarannya?
Trans Papua - Istimewa-Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 29 jembatan di ruas Merauke - Sorong, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dengan nilai anggaran ratusan miliar rupiah.

Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan untuk meningkatan konektivitas di Jalan Trans Papua yang nantinya diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Barat Gunadi Antariksa mengatakan jembatan dengan panjang keseluruhan mencapai 511,5 meter ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp236,55 milar pada TA 2022 melalui 6 paket pekerjaan.

“Paket pembangunan jembatan tersebut meliputi Jembatan Kampung Muri – Kwatisore (Batas Provinsi Papua) I sepanjang 90 meter dan Jembatan Kampung Muri – Kwatisore (Batas Provinsi Papua) II sepanjang 96,5 meter yang merupakan bagian pembangunan Trans Papua ruas Merauke – Sorong,” kata Gunadi dalam keterangan resminya, Senin (6/6/2022).

Paket pekerjaan dua jembatan ini dibangun melalui skema multi years contract (MYC) 2022-2024 yang terdiri atas 21 pembangunan jembatan, yakni Paket Jembatan Kampung Muri – Kwatisore I sebanyak 10 jembatan dan Paket Jembatan Kampung Muri – Kwatisore II sebanyak 11 jembatan. Untuk tahun ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp93,2 miliar.

Selanjutnya, paket pembangunan Jembatan Telaga I Cs sepanjang 74 meter yang dilaksanakan sejak 24 Januari 2022 sesuai dengan kontrak dengan progres fisik saat ini 7,38 persen. Anggaran paket pekerjaan Jembatan Telaga I Cs bersumber dari APBN senilai Rp33,2 miliar secara single years contract (SYC) TA 2022 yang terdiri atas 4 jembatan yakni Jembatan Telaga 1 sepanjang 18 meter, Jembatan Telaga 2 sepanjang 18 meter, Jembatan Telaga 3 sepanjang 18 meter, dan Jembatan Telaga 4 sepanjang 20 meter.

Kemudian, paket pembangunan Jembatan Werianggi – Ambuni sepanjang 73,6 meter yang menghubungkan Kecamatan Windesi dengan Distrik Kuri Wamesa yang terdiri dari 5 pekerjaan, yakni pembangunan Jembatan Akram II sepanjang 12 meter, Jembatan Akram III sepanjang 16,6 meter, Jembatan Akram V sepanjang 15 meter, Jembatan Waro 1 sepanjang 15 meter, dan Jembatan Rival sepanjang 15 meter. Pembangunan jembatan ditargetkan mulai Juni 2022 dan selesai Desember 2022 dengan anggaran sebesar Rp33,1 miliar.

Paket pembangunan Jembatan Log Cs sepanjang 82,4 meter senilai Rp38,6 miliar yang terdiri atas 4 pekerjaan yakni pembangunan Jembatan Log 70 sepanjang 15,6 meter, Jembatan Log 75 sepanjang 20,6 meter, Jembatan Log 76 sepanjang 25,6 meter, dan Jembatan Log 77 sepanjang 20,6 meter. Pembangunan jembatan telah dimulai sejak 14 Februari 2022 sesuai dengan kontrak dengan progres 30,87 persen dan ditargetkan selesai akhir 2022.

Terakhir, paket pekerjaan Jembatan Mawin I Cs sepanjang 95 meter yang terdiri dari pembangunan Jembatan Mawin I sepanjang 50 meter, Jembatan Mawin XXVII B sepanjang 20 meter, dan Jembatan Log 23 sepanjang 25 meter. Pembangunan jembatan mulai dikerjakan pada Januari dengan progres konstruksi 20,77 persen dan ditargetkan selesai akhir 2022.

Gunadi mengatakan selain jembatan, Kementerian PUPR juga terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua ruas Merauke – Sorong yang berada di Kabupaten Teluk Wondama seperti pembangunan Jalan Kampung Muri – Kwatisore sepanjang 8,5 kilometer, Jalan Simpang Goro – Kampung Muri sepanjang 20,28 kilometer, Jalan Mameh – Windesi sepanjang 9,3 kilometer, dan Jalan Simpang Tiga Mameh – Windesi sepanjang 11 kilometer.

“Tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Papua di antaranya kondisi cuaca dan alamnya yang masih berupa hutan dengan kondisi geografi cukup berat hampir pada semua segmen. Kendati demikian, terbukanya konektivitas di Pulau Papua terutama di daerah pegunungan akan membuka keterisolasian wilayah, menurunkan harga barang-barang, dan mengurangi kesenjangan wilayah,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jembatan jalan nasional trans papua
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top