Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRLmania: Perubahan Rute KRL Jabodetabek Agar Dikaji Ulang

KRLmania mengusulkan perubahan rute KRL Jabodetabek agar dikaji ulang.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 Mei 2022  |  15:09 WIB
KRL Commuter Line melintas di jalur layang (elevated track) Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (26/9/2021). Jalur layang Bogor Line di Stasiun Manggarai telah beroperasi yang terdiri dari empat peron bagi penumpang KRL Commuter Line relasi Jakarta-Bogor. - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
KRL Commuter Line melintas di jalur layang (elevated track) Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (26/9/2021). Jalur layang Bogor Line di Stasiun Manggarai telah beroperasi yang terdiri dari empat peron bagi penumpang KRL Commuter Line relasi Jakarta-Bogor. - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - KRLmania mengusulkan agar PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter untuk meninjau kembali penerapan switch over (SO) ke-5 yang mengakibatkan adanya perubahan rute KRL di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Koordinator KRLmania Nurcahyo menilai perubahan ini akan menganggu pergerakan penglaju yang terbiasa menggunakan KRL sebagai moda transportasi sehari-hari.

"Sebagai contoh, pengguna lintas Bogor saat ini akan berhenti di jalur layang di lantai 3 Stasiun Manggarai [peron 11,12, dan 13] yang tadinya bisa langsung menuju Angke, mereka harus transit ke jalur lintas Bekasi di lantai 1 dan sebaliknya," katanya, Sabtu (28/5/2022).

Menurut Nurcahyo, konsep ideal dalam transportasi umum adalah mengurangi transit, bukannya menambah pemberhentian penumpang seperti yang terjadi pada SO5 ini.

Berdasarkan aspirasi yang dikumpulkan baik secara offline maupun online di kanal-kanal informasi-komunikasi KRLmania, tambah dia, mayoritas masyarakat ingin KCI memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan dari penumpang/pengguna KRL selama proses transisi tersebut.

"Kesiapan dari operator juga jadi perhatian karena apabila terjadi masalah dalam proses transit maka akan sangat mungkin menyebabkan pengguna KRL beralih menggunakan kendaraan pribadi yang akan memberatkan beban transportasi jalan raya," ucap Nurcahyo.

Dia menambahkan, jadwal lintas Bogor dan Bekasi juga perlu disesuaikan jadwalnya agar transit dapat berjalan dengan lancar yang dibantu dengan feeder mengingat lintas tersebut memiliki okupansi terbanyak yaitu mencapai 60 persen dari jumlah pengguna KRL yang sebelumnya sudah terbagi dengan baik antara jalur Jakarta Kota dan jalur loop ke Jatinegara via Angke.

"Dengan demikian KRLmania mengharapkan dalam operasionalnya, PT KCI bisa menerapkan prinsip customer centricity dan tetap mengutamakan customer experience yang baik, sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna KRL harus jadi prioritas dalam setiap pengambilan kebijakan," pungkas Nurcahyo.

Sebagaimana diketahui, PT KCI selaku pengelola KRL di Jabodetabek sekali lagi melakukan perubahan rute perjalanan kereta / switch over. Switch Over merupakan kegiatan yang akan mengubah sistem persinyalan yang nantinya akan memengaruhi jalur perjalanan perkeretaapian untuk memudahkan operasional secara teknis oleh perusahaan.

Perubahan pola operasi ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan proyek DDT yang direncakan akan selesai pada 2023 dan persiapan Stasiun Manggarai sebagai central transit station di 2025. Switch over kali ini merupakan yang ke-5 dan dimulai hari ini, 28 Mei 2022.

Akibat perubahan ini, jalur lintas dari Bogor-Nambo hanya akan menuju Stasiun Jakarta Kota. Sedangkan bagi lintas Bekasi-Cikarang, jalurnya akan memutari stasiun stasiun di Jakarta dari dua arah (pola A dan B) yang disebut full racket loop. Ditambah satu rute lagi yang hanya setengah memutar, yakni half racket loop yaitu dari Cikarang/Bekasi – Jatinegara – Manggarai - Tanah Abang - Angke (PP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl krl jabodetabek kai commuter
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top