Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sewa Gedung Perkantoran Masih Sepi Meski PPKM Level I, Mengapa?

Pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1 tidak serta merta mendorong kenaikan sewa ruang perkantoran di Jakarta. Mengapa?
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  05:13 WIB
Sewa Gedung Perkantoran Masih Sepi Meski PPKM Level I, Mengapa?
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (6/3/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1 tidak serta merta mendorong kenaikan sewa ruang perkantoran di Jakarta. Mengapa?

Senior Manager Research & Consultancy Savills, Angra Angreni mengatakan bahwa per kuartal I-2022 market perkantoran sewa masih mengalami perlambatan, meskipun aktivitas leasing sudah sedikit lebih aktif dibanding kuartal IV-2021.

“Kendati demikian, belum terealisasi dengan transaksi yang signifikan. Harga sewa masih pada kondisi tertekan, selain masih pada posisi recovery selama pandemi,” kata Angra kepada Bisnis, Rabu (25/05/2022).

Menurut Angra, kondisi over supply menyebabkan pasar perkantoran masih tertekan, karena saat ini masih pada posisi kekurangan tenant market, dimana tenant lebih memiliki power.

“Saat ini belum ada gedung baru yang akan beroperasi, meskipun aturan PPKM sudah turun ke level 1. Gedung-gedung yang baru mulai beroperasi selama beberapa tahun terakhir masih belum mencapai okupansi ideal. Kondisi over supply dan tingginya vacancy [tingkat kekosongan – Red.] membuat pengembang menahan peluncuran/pembukaan gedung baru, kecuali sudah terdapat niche market yang akan menghuni gedung tersebut,” papar Angra.

Sebenarnya, menurut Angra pasar perkantoran telah tertekan bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

“Sebelum pandemi, pasar perkantoran sudah mengalami pergerakan yang melambat sebagai dampak turunnya okupansi gedung seiring dengan turunnya sektor migas dan komoditas pada tahun 2015 yang lalu,” ujarnya.

Angra mencatat, saat ini pasar perkantoran lebih didominasi oleh relokasi, bukan ekspansi, bahkan masih banyak perusahaan yang melakukan downsizing.

Sehingga meskipun leasing activities lebih aktif, tapi banyaknya lebih pada perpindahan tenant antar gedung.

“Pasar perkantoran akan naik jika bisnis naik, bisnis naik jika kondisi perekonomian membaik, jika bisnis naik dan muncul berbagai bisnis baru, tentunya akan mendorong kebutuhan ruang kantor. Hal ini yang akan mendorong naiknya tingkat keterisian gedung,” pungkas Angra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran harga sewa kantor Covid-19 PPKM
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top