Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Lawan Pengaruh China, Luncurkan Kerangka Ekonomi Indo Pasifik

Amerika dan sejumlah mitranya akan meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dalam kunjungannya ke Jepang dan Korea Selatan mulai 20 Mei.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  17:56 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghadiri sebuah acara tentang memerangi kejahatan
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghadiri sebuah acara tentang memerangi kejahatan "ghost gun" atau senjata api rakitan tanpa nomor seri, di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 April 2022. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan segera merilis inisiatif ekonomi untuk meningkatkan keterlibatan AS di Asia dan melawan pengaruh China.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (18/5/2022), Amerika dan sejumlah mitranya akan meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dalam kunjungannya ke Jepang dan Korea Selatan mulai 20 Mei.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sudah menunjukkan dukungannya dengan mengumumkan minatnya untuk bergabung pada kerangka kerja sama tersebut pada saat berbincang dengan Biden di Seoul pada Sabtu, seperti dilaporkan surat kabar Chosun Ilbo.

Kementerian Perdagangan AS tengah memimpin negosiasi pilar-pilar dari kerangka tersebut dengan fokus pada ketahanan rantai pasok, energi bersih, dekarbonisasi, infrastruktur, perpajakan, dan anti korupsi.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Dagang AS tengah mengupayakan perdagangan yang adil dan tangguh. Administrasi Biden juga tengah mengupayakan pembatasan data dan aliran data lintas batas.

IPEF adalah bagian dari upaya administrasi Biden untuk melawan pengaruh China di Asia mengikuti penarikan AS dari pembicaraan perjanjian perdagangan Kerja Sama Trans Pasifik pada era Donald Trump.

\"Kami memang memiliki antusiasme yang besar soal ini. Saya sudah menggunakan banyak waktu untuk berdiskusi dengan mitra kami di Indo Pasifik,\" ujar Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo.

Dia mengatakan ada permintaan yang besar agar AS lebih hadir dan memiliki strategi ekonomi yang afirmatif.

Raimondo mengatakan kerja sama akan diumumkan pada November setelah melakukan pembicaraan dengan Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Hingga saat ini, belum ada detail yang jelas soal IPEF. Pemerintahan Biden telah menegaskan bahwa IPEF tidak akan mencakup penurunan tarif atau akses yang lebih baik ke pasar AS.

Beberapa anggota Kongres telah mengkritik rencana tersebut karena kurang substansif. Para senator dari kedua belah pihak juga mengecam agenda perdagangan Biden pada dengar pendapat bulan Maret.

Mereka juga menyerang Perwakilan Dagang AS Katherine Tai karena kurangnya ambisi untuk merundingkan perjanjian baru.

Kepala dan Direktur Geo-Ekonomi dan Strategi International Institut Studi Strategis Jepang Robert Ward mengatakan IPEF tidak akan berfungsi sebagai pengganti yang efektif untuk Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.

Sementara China sedang berusaha untuk terlibat dengan kerangka kerja itu.

\"Bagaimana jika IPEF benar-benar pengisi tempat [yang tidak penting]. Terkait dengan tata negara ekonomi di Indo-Pasifik, pemerintahan Biden kurang dan China menghasilkan banyak keuntungan,\" ungkap Ward.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global china amerika serikat Joe Biden
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top