Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Sanksi Bagi Elon Musk jika Batal Beli Twitter

Elon Musk setelah sempat mendesak pemegang saham pengendali Twitter melepas kepemilikannya kini terlihat menunda-nunda kepastian aksi korporasi raksasa itu. Keduanya terikat ancaman denda bagi yang membatalkan transaksi sepihak.
CEO Tesla Elon Musk. /Bloomberg
CEO Tesla Elon Musk. /Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan direksi Twitter Inc., mendesak orang terkaya di dunia Elon Musk untuk menuntaskan rencana akusisi yang sudah diumumkan senilai US$44 miliar.  

Dalam pernyataan kepada Bloomberg News, dilansir pada Rabu (18/5/2022), Dewan Direksi Twitter menyebutkan kesepakatan akuisisi oleh Elon Musk merupakan kepentingan terbaik untuk seluruh pemegang saham.

"Kami bermaksud untuk menutup transaksi dan menegakkan perjanjian merger," katanya.

Dijelaskan bahwa direksi Twitter telah memberikan suara bulat untuk merekomendasikan agar pemegang saham menyetujui tawaran Elon Musk senilai US$54,20 per saham.

Pengambilalihan yang diusulkan termasuk penalti pembatalan US$1 miliar untuk masing-masing pihak. Besaran itu harus dibayar Musk jika dia mengakhiri kesepakatan atau gagal memberikan dana akuisisi seperti yang dijanjikan.

Musk bisa terlepas dari ketentuan tersebut jika dia dapat menunjukkan perubahan material yang terjadi pada perusahaan atau informasi yang diberikannya.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Musk menunjukkan tanda-tanda untuk keluar atau menegosiasikan kembali tawarannya.

Musk mengatakan pada pekan lalu bahwa kesepakatan itu ditangguhkan sampai dia mendapatkan lebih banyak informasi, khususnya terkait dengan akun bot spam yang harus kurang dari 5 persen total penggunanya.

Langkah Musk memicu spekulasi bahwa dia berusaha untuk menegosiasikan kembali pengambilalihan tersebut dengan mengatakan pada konferensi teknologi di Miami bahwa kesepakatan dengan harga yang lebih rendah bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.

Saham Twitter turun selama 7 hari perdagangan berturut-turut, ditutup Selasa naik 2,5 persen menjadi US$38,32, atau jauh di bawah harga penawaran.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper