Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Nonmigas April 2022 Turun 10,01 Persen, Alarm atau Siklus Ekonomi?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang April 2022 impor produk nonmigas yang menopang produksi di dalam negeri mengalami penurunan secara bulanan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  12:18 WIB
Impor Nonmigas April 2022 Turun 10,01 Persen, Alarm atau Siklus Ekonomi?
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono. - BPS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor pada April 2022 atau periode Ramadan mencapai US$19,76 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menyampaikan impor pada April 2022 tersebut turun sebesar 10,01 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

“Dari kompoisisinya, impor untuk migas masih meningkat 9,21 persen, sedangkan nonmigas turun 13,65 persen,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (17/5/2022).

Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor pada April 2022 masih meningkat sebesar 21,97 persen (year-on-year/yoy), di mana impor migas tumbuh 88,49 persen dan nonmigas 12,47 persen secara tahunan.

Margo menjelaskan, jika dilihat berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, penurunan impor biasanya terjadi pada periode April 2022 secara bulanan dan tumbuh melambat secara tahunan.

Penurunan impor nonmigas kata dia terutama disebabkan oleh penurunan impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) sebesar 17,68 persen mtm, serta penurunan impor besi dan baja (HS 72) sebesar 18,23 persen.

Berdasarkan penggunaan barang, kontraksi pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen, baik konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal.

Penurunan terdalam tercatat pada impor komponen barang modal, yaitu sebesar 19,34 persen, kemudian diikuti oleh impor bahan baku/penolong sebesar 8,68 persen, dan impor barang konsumsi yang turun 6,40 persen mtm.

Secara tahunan, ketiga komponen tersebut masih mencatatkan peningkatan impor, di mana impor bahan baku/penolong tumbuh 25,51 persen, barang modal 15,16 persen, dan barang konsumsi 4,21 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan badan pusat statistik neraca dagang
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top