Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS jadi Surga Orang Kaya Sembunyikan Harta

Amerika Serikat telah meningkatkan kerahasiaan keuangan di dunia hampir sepertiga sejak 2020, menjadikannya peringkat terburuk sejak rangking dimulai pada 2009.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  17:45 WIB
Bendera Amerika Serikat.  - WallpaperCave
Bendera Amerika Serikat. - WallpaperCave

Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat menjadi negara dengan tingkat kerahasiaan keuangan tertinggi, menjadikannya negara yang paling diidamkan untuk menyembunyikan kekayaan seseorang.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (17/5/2022), hal itu berdasarkan Indeks Kerahasiaan Keuangan 2022 yang dilakukan Tax Justice Network.

Menurut laporan tersebut, AS telah meningkatkan kerahasiaan keuangan di dunia hampir sepertiga sejak 2020, menjadikannya peringkat terburuk sejak rangking dimulai pada 2009.

Indeks ini memeringkat setiap sistem hukum dan keuangan negara dengan kerahasiaan menggunakan skor di atas 100, di mana nol berarti transparan dan 100 berarti memiliki kerahasiaan.

Skor kerahasiaan lalu dikombinasikan dengan volume layanan keuangan suatu negara kepada non residen untuk menentukan seberapa besar kerahasiaan keuangan.

Indeks ini memeringkat negara berdasarkan sistem keuangan dan hukum yang membantu individu dan entitas untuk menyembunyikan kepemilikan aset.

Tax Justice Network mengatakan nilai AS yang memburuk disebabkan oleh penolakan AS terhadap pertukaran informasi dengan otoritas pajak negara lain.

Jika AS mengubah pendekatannya mengikuti negara lain, negara itu bisa mengurangi porsinya terhadap skor penyembunyian harta kepada dunia hingga 40 persen.

"Peringkat ini menunjukkan pelaku korup yang mempersenjatai sistem keuangan kita [untuk] melawan demokrasi. AS harus mendukung pertukaran informasi otomatis yang lebih timbal balik antar negara," kata Direktur Eksekutif Koalisi Akuntabilitas & Transparansi Korporasi Keuangan yang berbasis di AS, Ian Gary.

Presiden AS Joe Biden telah berupaya mereformasi transparansi sebagai pilar kebijakan luar negeri. Dia berjanji untuk mengatasi pengemplangan pajak dan pencucian uang.

Pada Desember, Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan AS mungkin menjadi tempat terbaik untuk menyembunyikan dan mencuci pendapatan haram.

Lima dari negara G7, seperti AS, Inggris, Jepang, Jerman, dan Italia bertanggung jawab untuk memangkas kerahasiaan keuangan lebih dari separuhnya.

Jerman yang akan menjadi tuan rumah pertemuan menteri keuangan G7 pada 18 Mei, mencatatkan nilai kerahasiaan terburuk ketujuh secara global karena tidak cukup baik mengimplementasikan undang-undang transparansi yang baru.

Kepala Penelitian Tax Justice Network Moran Harari mengatakan sejumlah kecil dari negara kaya yang menyusun aturan global untuk keuangan dan pajak menjadi yang paling bertanggung jawab dalam memfasilitasi penyembunyian harta dan penyalahgunaan pajak.

"Dalam beberapa dekade, negara kaya G7 merayu miliarder, oligarki, dan korporasi raksasa dengan celah penyembunyian dan aturan yang buta," ungkap Harari.

Laporan ini bahkan akan lebih parah bagi Inggris jika wilayah teritorial yang bergantung dengan kerajaan seperti British Virgin Islands dan Jersey dikalkulasi secara kolektif.

Wilayah tersebut jika digabungkan, bertanggung jawab pada 8,9 persen untuk penyembunyian harta di seluruh dunia, seperti dilaporkan Tax Justice Network.

Jaringan tersebut memperkirakan kekayaan offshore yang ditanam mencapai US$10 triliun, lebih besar 2,5 kali lipat dari nilai seluruh dolar dan euro yang beredar di dunia.

Berdasarkan Indeks Kerahasiaan Keuangan, Swiss menjadi negara kedua dengan skor kerahasiaan keuangan tertinggi dengan suplai mencapai separuh dari Amerika Serikat.

Cayman Islands yang sebelumnya menduduki posisi teratas, kini turun ke posisi ke-14 setelah bersedia mempublikasikan data yang menunjukkan skala layanan keuangan lebih rendah dari yang diharapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global amerika serikat
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top