Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Larangan Ekspor CPO, Ini Pantauan Harga Minyak Goreng Curah di Lapangan. Harga Belum Sentuh Rp14.000

Menurut Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga minyak goreng curah pada Jumat (13/5/2022), turun dari Rp17.600 menjadi Rp17.400 per liter.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 13 Mei 2022  |  17:17 WIB
Minyak Goreng Curah - Antara
Minyak Goreng Curah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Harga minyak goreng curah terpantau sudah mengalami penurunan. Begitu juga dengan minyak goreng kemasan.

Menurut Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga minyak goreng curah pada Jumat (13/5/2022), turun dari Rp17.600 menjadi Rp17.400 per liter.

Minyak goreng kemasan sederhana juga turun dari Rp23.800 menjadi Rp23.900 per liter. Sedangkan minyak kemasan premium bertengger di Rp26.300 ke Rp26.200 per liter.

Pantauan Bisnis, minyak goreng curah di Pasar Rumput Manggarai sudah berada di kisaran Rp17.000-Rp17.500. Menurut Yani, pedagang di Pasar Rumput, harga minyak goreng curah mulai turun setelah lebaran. Sebelum lebaran, dia masih menjual hingga Rp20.000.

“Alhamdulillah sekarang sudah banyak. Harganya kalau ke pembeli yang jarang-jarang Rp17.000. Tapi kalau ke langganan kita jual Rp 16.500 atau Rp16.000,” ucap ibu dua orang anak itu yang berjualan bersama suaminya.

Yani mengaku, dirinya membeli minyak goreng curah dengan harga Rp14.500 dari agen. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan, dia menjual merek Sania, Filma, dan Tropical dengan harga Rp45.000/2 liter, sedangkan Sanco Rp47.000/2 liter.

“Sekarang orang gak melihat merek, tapi beli aja. Makanya banyak merek-merek aneh kayak Gurih, Sedap, Sabrina,” tuturnya.

Penurunan harga juga terjadi di Pasar Jatinegara. Para pedagang mengaku mereka menjual minyak goreng curah dengan harga Rp17.000. Bahkan, salah satu pedagang mengatakan, mereka sudah diberi informasi jika minyak goreng curah dengan harga Rp14.000 sudah ada di Pasar Jaya.

“Katanya udah ada di Pasar Jaya, Cuma saya belum ngambil ini. Saya masih nyimpen stok yang 17.500,” ujar pedagang yang ditemui Bisnis di lantai dasar Jatinegara itu.

Sementara itu, Aliong, pedagang pasar Jatinegara lainnya mengaku bahwa dirinya sudah tidak lagi berminat menjual minyak goreng, terutama kemasan. Sebab, sejak 2 bulan lalu minyak goreng sulit didapat. Ia pun pernah mengalami kenangan pahit akibat harga minyak goreng yang berfluktuasi. “Sekarang harganya Rp25.000, kita beli dari agen. Eh tau-taunya pemerintah netapin Rp14.000. Ya boncos kita. Minyak kita gak laku, kan. Saya pernah itu ngalamin,” ungkapnya.

Minyak goreng di ritel modern

Adapun berdasar pantauan Bisnis, harga minyak kemasan di salah satu gerai Alfamidi Super di Matraman masih tinggi. Berikut rinciannya:

- Bimoli Rp27.500/liter

- Sanco Rp26.200/liter

- Filma Rp28.200/liter

- Rose Brand Rp26.200/liter

- Tropical Rp26.100/liter

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo Pasar Tradisional produksi cpo minyak goreng ekspor cpo harga cpo minyak goreng Mafia minyak goreng
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top