Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom: Serapan Tenaga Kerja di Triwulan II/2022 Akan Lebih Tinggi

Peningkatan penyerapan tenaga kerja dan kondisi ekonomi yang bergeliat menjadi tanda adanya pemulihan ekonomi Indonesia. 
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  20:01 WIB
Ekonom: Serapan Tenaga Kerja di Triwulan II/2022 Akan Lebih Tinggi
Pencari kerja mendaftar di salah satu stan perusahaan pada Job Market Fair 2018 di Klaten, Jawa Tengah. - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus melihat kondisi penyerapan tenaga kerja akan lebih tinggi pada triwulan I/2022.

Heri menyampaikan hal ini seiring dengan  terlihatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi pada April dan Mei 2022. Kondisi ini pun akan berlanjut pada Juni yang akan memasuki libur sekolah.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah serapan tenaga kerja pada Februari 2022 sebanyak 4,55 juta orang.

“Rilis BPS itu Februari 2022 belum menggambarkan kondisi di Maret, April, dan Mei. Jadi kalau kita lihat awal tahun ad omicron. Penurunan pengangguran di Februari 2022 itu menggambarkan pemulihan yang tertahan sehingga hanya berkurang 0,43 persen,” ujar Heri, Selasa (10/5/2022).

Menurutnya, serapan naker akan terlihat signifikan pada triwulan II yang mana kondisi Covid-19 sudah sangat melandai, adanya Ramadan dan Idulfitri, mudik, dan liburan sekolah.

“Baru kelihatan sebenarnya serapan naker yang banyak itu di Maret dan April. Jadi nanti di triwulan dua diprediksi akan menjadi puncak pertumbuhan ekonomi di 2022. Nanti tentunya akan ada peningkatan serapan naker yang optimal. Agustus baru kelihatan lagi dampak dari pemulihannya,” jelas Heri.

Lebih lanjut, Heri mengatakan bahwa nantinya serapan tenaga kerja yang tinggi didorong dari sektor pariwisata yang akan semakin pulih. Pasalnya, meski pariwisata menjadi sektor yang jatuh ketika Covid-19 menyerang, tetapi juga menjadi sektor yang akan segera bangkit ketika mobilitas dibuka sepenuhnya.

Heri berharap ekonomi setiap daerah dapat tumbuh bukan hanya pada saat momen mudik lebaran saja, tetapi juga seterusnya dengan memaksimalkan pengembangan destinasi wisata masing-masing daerah.

“Mobilitas yang sangat tinggi di libur lebaran ini juga adanya THR membuat kondisi ekonomi dan perputaran juga tinggi, kembali bergeliat. Bagaimana perekonomian daerah bisa tumbuh diakselerasi dengan memperbanyak perputaran uang disitu,” lanjut Heri.

Sehingga, nantinya sejalan dengan penyerapan tenaga kerja serta kondisi ekonomi yang bergeliat akan semakin banyak perputaran uang dan otomatis menandakan pulihnya ekonomi Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi BPS indef penyerapan tenaga kerja
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top