Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

World Bank: Upaya Mengurangi Pembakaran Gas Global Jalan di Tempat

Ada tujuh negara penghasil minyak dan gas suar bakar terbesar di antaranya adalah Rusia, Irak, Iran, Amerika Serikat, Venezuela, Aljazair, dan Nigeria
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Mei 2022  |  17:49 WIB
Ilustrasi emisi karbon dari sebuah pabrik.  - Bloomberg
Ilustrasi emisi karbon dari sebuah pabrik. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya mengurangi pembakaran gas secara global jalan di tempat dalam satu dekade terakhir. Menurut World Bank, emisi yang dihasilkan dari proses ini hampir 400 juta ton CO2 pada 2021.

Dalam laporan Global Gas Flaring Tracker Report 2022 oleh Global Gas Flaring Reduction Partnership (GGFR) yang berada di bawah World Bank menunjukkan terdapat 144 miliar meter kubik pembakaran gas di fasilitas hulu migas pada tahun lalu.

Ada tujuh negara penghasil minyak dan gas suar bakar terbesar di antaranya adalah Rusia, Irak, Iran, Amerika Serikat, Venezuela, Aljazair, dan Nigeria.

Negara-negara tersebut menyumbang tiga perempat dari total gas suar bakar dan terus menjadi yang teratas selama 10 tahun terakhir.

Direktur Global untuk Praktik Global Energi dan Ekstraktif World Bank Demetrios Papathanasiou mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan pembangunan paling menentukan pada zaman ini.

"Mengakhiri praktik pembakaran gas dan dekarbonisasi produksi minyak dan gas yang menimbulkan polusi dan pemborosan, ditambah mempercepat transisi ke energi yang lebih bersih merupakan hal mendasar untuk mengurangi [dampak] perubahan iklim," katanya seperti dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (5/7/2022).

Praktik ini diperkirakan telah melepaskan 361 juta ton karbon dioksida serta 39 juta ton emisi setara CO2 dalam bentuk metana, dan karbon hitam (jelaga) yang berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global.

Laporan pada 2021 juga menunjukkan progres yang mengecewakan. Hanya Amerika Serikat yang menunjukkan keberhasilan mengurangi intensitas pembakaran gas hingga 46 persen dalam satu dekade terakhir.

Pembakaran gas dihasilkan dari kendala pasar dan ekonomi serta kurangnya regulasi dan kemauan politik yang tepat.

"Banyak negara penghasil minyak sudah memiliki kebijakan untuk mengurangi pembakaran dan ventilasi gas, tetapi tidak semua pendekatan terbukti efektif,” ungkap Manajer Program GGFR Zubin Bamji.

Bank Dunia telah menyusun dana amanah dan kerangka kerja sama antara pemerintah, perusahaan migas, dan organisasi multilateral untuk mengurangi pembakaran gas di berbagai negara.

Saat ini, terdapat 87 pemerintah negara dan perusahaan yang telah mendukung gerakan ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas energi terbarukan emisi world bank
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top