Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perekonomian RI Kuartal I Diramal Tumbuh 4,75 Persen, Kok Bisa?

Investasi dan ekspor diyakini menjadi pendongkrak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2022.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  17:52 WIB
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis - Rachman
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - LPEM FEB UI memperkirakan perekonomian Indonesia pada kuartal I/2022 mampu tumbuh 4,85 persen secara tahunan, dengan estimasi pada kisaran 4,75 persen hingga 4,95 persen.

Dalam Laporan Analisis Makroekonomi yang dipublikasikan LPEM FEB UI, Jumat (6/5/2022), mereka menyebut Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan domestik dan mancanegara. Tekanan baik dari sisi eksternal maupun domestik telah memicu risiko inflasi di tengah pemulihan ekonomi.

Di satu sisi, faktor pull dari sisi permintaan telah mendorong daya beli seiring peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, dan pecahnya pent-up demand. Namun di sisi lain, faktor push dari peningkatan harga bahan baku menekan daya beli masyarakat.

“Terlepas dari disrupsi akibat varian Omicron di awal tahun 2022, kuartal I/2022 masih menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan performa yang baik dari neraca perdagangan. Oleh karena itu, pertumbuhan PDB di kuartal I/2022 diestimasi berkisar 4,85 persen,” seperti dikutip Bisnis, Jumat (6/5/2022).

Pemulihan ekonomi yang kuat pada kuartal I/2022 tercermin dari realisasi investasi yang mencapai Rp282,4 triliun atau tumbuh sebesar 28,5 persen secara tahunan.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi tersebut merupakan jumlah tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Di samping itu, perdagangan luar negeri Indonesia terus mencatat kinerja yang relatif kuat, meski ada tekanan eksternal yang berasal dari pemulihan global dan konflik antara Rusia dan Ukraina.

Meski volume ekspor dan impor global tumbuh melambat akibat terganggunya permintaan dari Rusia akibat beberapa larangan dan sanksi dari Uni Eropa dan AS, lonjakan harga komoditas diyakini membawa pengaruh. Momentum ini diharapkan berdampak bagi neraca perdagangan Indonesia secara keseluruhan, yang kembali mencatatkan surplus sebesar US$9.33 miliar pada kuartal I/2022.

“Terlepas dari berbagai tantangan, kami masih berpandangan pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2022 akan kembali ke level pra-pandemi di kisaran 5,0 persen,” tulis LPEM FEB UI.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia Pertumbuhan Ekonomi pdb lpem fe ui pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top