Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik Lagi! Kebijakan Moneter Bank Sentral China Kerek Harga Logam

Bank sentral China akan memberikan dukungan kebijakan moneter yang hati-hati terhadap ekonomi riil, terutama bagi industri dan usaha kecil yang terkena dampak pandemi.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 April 2022  |  08:28 WIB
Harga logam kembali naik
Harga logam kembali naik

Bisnis.com, JAKARTA - Harga logam seperti tembaga hingga bijih besi kembali terangkat setelah sempat anjlok pada Senin karena komitmen China untuk memberikan dukungan moneter demi pertumbuhan ekonomi.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (26/4/2022), harga tembaga naik 1,2 persen menjadi US$9.890 per ton di London Metal Exchange pada pukul 08.04 waktu setempat, setelah merosot 3,4 persen pada Senin. 

Sementara seng naik 0,7 persen dan aluminium naik 0,5 persen. Bijih besi naik 2 persen menjadi US$138,95 per ton di Singapura, setelah jatuh lebih dari 9 persen pada Senin. Baja tulangan beton dan baja canai panas (HRC) juga naik di Shanghai.

People's Bank of China (PBOC atau Bank Sentral China) berjanji untuk meningkatkan dukungan moneter untuk ekonomi riil, terutama untuk industri dan usaha kecil yang terkena dampak pandemi.

Penguncian yang ketat telah melemahkan belanja konsumen dan mengganggu rantai pasok pada ekonomi terbesar kedua di dunia. Target pertumbuhan produk domestik bruto dipatok sekitar 5,5 persen tahun ini di bawah ancaman yang meningkat.

Otoritas China telah melakukan tindakan untuk menghindari kejatuhan ekonomi, seperti mengakselerasi pinjaman dan belanja pemerintah untuk meningkatkan investasi infrastruktur.

“Kebijakan mungkin menjadi penyelamat untuk bijih besi dan permintaan logam dasar China tahun ini,” tulis analis komoditas Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar dalam sebuah catatan. 

Hal ini berarti para pembuat kebijakan mengharapkan pendaratan yang halus dalam menstabilkan permintaan komoditas di sektor konstruksi properti. 

"Sementara investasi infrastruktur di negara itu juga diperkirakan akan meningkat secara signifikan tahun ini," tambahnya.

Sebagian besar wilayah Beijing mencatatkan peningkatan kasus Covid, menambah kekhawatiran lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya di ibu kota.

Kota Baotou, di provinsi utara Mongolia Dalam, yang merupakan sumber daya tanah jarang terbesar di negara itu berada, menyegel kompleks perumahan di pusat kota dan orang-orang dilarang bekerja keluar rumah. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china logam harga tembaga Harga Logam
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top