Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Momen Pelonggaran Mudik, Indomaret Bidik Penjualan hingga Rp94 Triliun

Indomaret membidik pertumbuhan kinerja penjualan hingga Rp94 triliun pada tahun ini.
Gerai Indomaret/JIBI
Gerai Indomaret/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indomarco Prismatama, perusahaan pengelola jaringan ritel Indomaret, menargetkan kinerja penjualan mencapai Rp94 triliun pada 2022 atau naik 17,5 persen dari torehan 2019 yang sebesar Rp80 triliun. Target itu didukung dengan momentum pelonggaran kebijakan mudik di tengah pelandaian pandemi tahun ini.

Microeconomics Executive Director PT Indomarco Prismatama Feki Oktavianus mengatakan perseroannya menargetkan penjualan berangsur pulih setelah manuver pemerintah untuk melonggarkan pembatasan mobilitas masyarakat tahun ini.

“Mudah-mudahan dengan diperbolehkannya mudik oleh pemerintah disertai cuti bersama maka diharapkan H-7 sampai dengan H+7 Idulfitri, penjualan bisa kembali normal seperti 2019 lalu,” kata Feki melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/4/2022).

Adapun perseroan mencatatkan penjualan dari sekitar 19.800 gerai selama dua tahun terakhir bergerak stabil. Pada 2021, Indomaret mencatatkan penjualan sekitar Rp89 triliun. Sementara pada 2020, penjualan berhasil dibukukan sebanyak Rp86 triliun.

Dia menuturkan penjualan Indomaret di setiap gerai yang berada di rest area sepanjang jalan tol mulai mencatatkan tren pemulihan. Kendati, aktivitas belanja masyarakat masih relatif tertahan di masa puasa saat ini.

“Proyeksi kami bila kondisi pandemi terus membaik sampai akhir 2022 penjualan Indomaret bisa mencapai Rp94 triliun,” kata dia.

Adapun, jumlah gerai Indomaret di rest area terlihat mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada 2021 dan 2022, jumlah gerai tercatat sebanyak 117 unit atau naik 36 persen jika dibandingkan dengan jumlah toko pada 2019 sebesar 86 unit. Sementara 2020, jumlah gerai Indomaret tercatat sebanyak 110 unit.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan pertumbuhan penjualan ritel modern yang berada di rest area sepanjang jalan tol bakal naik 10 hingga 15 persen secara tahunan seiring dengan relaksasi kebijakan mudik pada tahun ini.

Kendati demikian, pertumbuhan yang positif itu tidak bakal berdampak signifikan secara keseluruhan untuk kinerja ritel di tengah inflasi domestik yang diprediksi memangkas pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan asosiasinya masih mengkhawatirkan sejumlah paket kebijakan seperti kenaikan pajak pertambahan nilai atau PPN sebesar 11 persen, fluktuasi harga energi hingga barang kebutuhan pokok atau Bapok bakal mengurangi tingkat konsumsi masyarakat di tengah momentum mudik tahun ini.

“Kalau prediksinya 80 juta orang yang mudik tahun ini kontribusinya untuk transaksi di gerai sepanjang rest area jalan tol bisa 10 hingga 15 persen, tapi bukan berarti berdampak secara keseluruhan konsolidasi di toko-toko lain,” kata Roy melalui sambungan telepon, Selasa (12/4/2022).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper