Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuartal I/2022, Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp3,9 Triliun

Raihan kontrak ADHI tersebut berdasarkan tipe pengerjaannya terdiri atas 29 persen proyek jalan, 30 persen proyek gedung, dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 40 persen.
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. telah mengantongi kontrak baru senilai Rp3,9 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Pada tahun ini perseroan optimistis untuk mencatatkan peningkatan kontrak baru.

Direktur Human Capital dan Sistem Adhi Karya Agus Karianto mengatakan raihan kontrak tersebut berdasarkan tipe pengerjaannya terdiri atas 29 persen proyek jalan, 30 persen proyek gedung, dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 40 persen.

Sementara itu, dari sumber pendanaan raihan kontrak-kontrak baru tersebut terdiri atas sumber pendanaan dari pemerintah sebesar 33 persen, BUMN 16 persen, serta swasta sebesar 61 persen.

"Kontrak baru tersebut dari lini bisnis konstruksi dan energi 85 persen, properti 7 persen, dan sisanya lainnya," ujarnya dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang digelar pada Kamis (7/4/2022).

Agus mengungkapkan, pada tahun ini pihaknya optismistis untuk mencetak pertumbuhan raihan kontrak baru yang signifikan. Pasalnya, pada tahun lalu banyak kontrak-kontrak proyek infrastruktur yang tertunda.

Dia menuturkan bahwa sepanjang 2022 pertumbuhan raihan kontrak baru bisa mencapai 19 persen-20 persen karena ada pergeseran kontrak dari tahun lalu ke tahun ini.

"Pada tahun lalu ada pergeseran kontrak senilai Rp9 triliun. Jadi target target kontraknya Rp15 triliun-- Rp28 triliun," jelasnya.

Adapun, sepanjang 2021, emiten berkode saham ADHI tersebut telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp15,2 triliun yang meliputi lini bisnis Engineering dan Konstruksi sebesar 90 persen, Properti sebesar 9 persen, dan sisanya berasal lini bisnis lainnya.

Berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek jalan sebesar 26 persen, proyek gedung sebesar 30 persen, serta proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan irigasi, landfill, jaringan gas rumah tangga, dan lainnya sebesar 44 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper