Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAI: 533.000 Tiket Kereta Api Mudik Lebaran Sudah Habis Terjual

KAI mencatat sebanyak 533.000 tiket kereta api mudik Lebaran sudah habis terjual saat ini.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 05 April 2022  |  13:51 WIB
KAI: 533.000 Tiket Kereta Api Mudik Lebaran Sudah Habis Terjual
Penumpang menunggu kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (18/4/2021). Adanya larangan pemerintah untuk mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, membuat sebagian warga memilih mudik lebih awal dan dalam satu pekan terakhir jumlah penumpang di stasiun tersebut berkisar antara 1.000-2.500 penumpang per hari. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang mudik Lebaran, penjualan tiket kereta api jarak jauh semakin meningkat. Pada hari kedua Ramadan, 22 persen dari total tiket yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk angkutan lebaran sudah habis terjual.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengungkap 22 persen dari total tiket yang disediakan yakni berjumlah sebanyak 533.438 tiket kereta api jarak jauh. Jumlah tersebut naik dari jumlah yang terjual pada Kamis (31/3/2022), yakni 155.672 tiket KA jarak jauh untuk keberangkatan periode 22 sampai dengan 30 April, atau 15 persen dari total tiket yang disediakan.

"Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan tiket melalui KAI Access, web kai.id, dan seluruh channel penjualan tiket KAI resmi lainnya," jelas Joni, Selasa (5/4/2022).

Sementara itu, sejumlah kereta api favorit masyarakat berdasarkan tiket yang sudah terjual yakni KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi pp; Bengawan relasi Pasar Senen–Purwosari pp; Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar pp; dan Argo Sindoro relasi Gambir–Semarang Tawang pp.

Untuk tanggal keberangkatan, pelanggan paling banyak memesan tiket untuk keberangkatan pada 30 April, 29 April, dan 28 April.

Di samping itu, Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa 64 persen tiket yang tersedia dijual dengan harga murah atau dengan mekanisme Public Service Obligation (PSO).

Dia menjelaskan bahwa aturan tiket PSO sejalan dengan aturan pemerintah, yang berarti harga tiket tetap dan tidak akan naik.

Sementara itu, sebanyak 36 persen tiket lainnya akan dijual secara komersial atau harganya bisa jadi mengalami kenaikan sesuai dengan arus atau volume penumpang.

"Untuk tiket komersial, maka akan menuruti dynamic pricing, di mana ada tiket batas atas dan tiket batas bawah. Inilah yang akan diatur mekanismenya sesuai dengan arus kepadatan penumpang," jelas Didiek pada saat menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR RI, pekan lalu.

Saat ini, KAI telah menerapkan aturan baru perjalanan kereta api per hari ini, Selasa (5/4/2022). Mulai hari ini, penumpang kereta api jarak jauh yang belum divaksin dosis ketiga (booster) wajib menyertakan hasil tes Covid-19 rapid antigen atau RT-PCR.

Begitu pula sebaliknya, Joni menyampaikan bahwa bagi yang sudah divaksin booster maka tidak wajib lagi menyertakan hasil tes Covid-19. Aturan perjalanan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No.39/2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19. Aturan tersebut terbit kemarin, Senin (4/4/2022).

"Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya,” tegas Joni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api tiket kereta api pt kereta api indonesia Mudik Lebaran
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top