Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Ratapan' Sri Mulyani: Dulu Covid-19, Kini Ancamannya Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan dan perlindungan masyarakat perlu menjadi fokus dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, Sri Mulyani menilai ketahanan pangan menjadi ancaman ke depannya setelah Covid-19.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 05 April 2022  |  15:27 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (17/2/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat - POOL
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (17/2/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat - POOL

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa ancaman utama bagi masyarakat saat ini adalah kenaikan harga barang-barang. Penguatan ketahanan pangan dan perlindungan masyarakat perlu menjadi fokus dalam beberapa waktu ke depan.

Sri Mulyani menilai bahwa normalisasi ekonomi secara global mendorong kenaikan inflasi di hampir seluruh dunia. Lalu, meletusnya konflik Rusia dan Ukraina membuat harga energi dan sejumlah komoditas membumbung tinggi.

Masyarakat berpotensi menanggung beban dari dinamika ekonomi itu dengan naiknya sejumlah harga kebutuhan sehari-hari. Menurut Sri Mulyani, hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terbebani.

"Kalau dulu tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah pandemi, sekarang tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah kenaikan dari barang-barang tersebut," ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (5/5/2022).

Menurutnya, Kementerian Keuangan akan menyiapkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk menambah alokasi perlindungan sosial. Hal tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pemulihan ekonomi.

Lalu, Jokowi meminta para menteri terkait untuk merealisasikan program-program pemulihan ekonomi. Saat ini terdapat anggaran Rp455 triliun untuk program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN).

"Juga tadi disampaikan untuk terus ditingkatkan langkah-langkah koordinasi untuk bidang ketahanan pangan. Seperti bagaimana kita pembukaan lahan, irigasi, ketersediaan pupuk, dan bibit untuk barang-barang yang sebenarnya bisa tumbuh di Indonesia," ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk merespons cepat masalah harga dan ketersediaan pangan, khususnya untuk padi, jagung, dan kedelai. Kementerian-kementerian terkait harus bekerja kerja sama cpeat dengan pemerintah daerah.

"Semua negara di dunia sedang menghadapi situasi yang tidak mudah, oleh karena itu ketahanan pangan dan energi menjadi salah satu hal yang harus ditingkatkan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani ketahanan pangan harga pangan Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top