Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

10 Juta Orang Diprediksi Mudik Pakai Pesawat, Kenaikan Harga Avtur Jadi Sorotan

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie mengimbau agar pemerintah bergerak cepat dalam merespons kondisi tersebut.
Aktivitas pekerja di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (25/5/2018)./Bisnis-Nurul Hidayat
Aktivitas pekerja di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (25/5/2018)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga avtur sebagai imbas kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan berdampak pada kegiatan mudik tahun ini. Apalagi, seperti diketahui, pemerintah baru kali ini mengizinkan masyarakat untuk mudik setelah dua tahun dilarang karena alasan pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie mengimbau agar pemerintah bergerak cepat dalam merespons kondisi tersebut. Karena, menurutnya pihak maskapai hanya memiliki pilihan antara menaikkan harga tiket melampaui tarif batas atas, atau tidak melakukan layanan penerbangan.

"Saya berharap Kementerian Perhubungan dapat cepat menanggapi situasi ini. Apakah ada kebijakan-kebijakan yang sifatnya temporer, atau subsidi, atau memberikan fuel surcharge supaya pelayanan tetap berjalan agar tidak melanggar aturan. Tapi ini butuh penanganan yang cepat agar ada kepastian bagi penyelenggara jasa atau pengguna jasa," katanya, Kamis (31/3/2022).

Respons cepat diharapkan karena penumpang pesawat saat arus mudik diprakirakan tinggi atau bisa mencapai level prapandemi. Survei Balitbang Kemenhub pada Maret 2022 menemukan bahwa sebanyak 79 juta orang berencana untuk melakukan mudik.

Lalu, sebanyak 9,6 juta orang atau 12,1 persen dari jumlah orang yang berencana mudik memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat. Preferensi menggunakan pesawat untuk mudik tahun ini merupakan keempat terbesar setelah sepeda motor sebanyak 14,9 juta orang (18,7 persen); dan bus 12,9 juta orang (16,3 persen).  

Alvin pun memilik prediksi yang hampir sama yakni jumlah penumpang pesawat mudik tahun ini bisa mencapai hingga 10 juta penumpang.

"Ini berdasarkan data 2018-2019 sebelum pandemi plus proyeksi setelah dua tahun tidak mudik. Ini tentunya jumlah penumpang yang besar, dan menuntut pengaturan yang sangat rapi agar tidak terjadi kisruh di lapangan," tuturnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper