Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa London Sepi Emiten IPO, Terendah Sejak 2009

Total dana yang diraup emiten IPO di Inggris mencapai US$ 530 juta hingga akhir kuartal I/2021. Angka ini merupakan yang terendah sejak 2009.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 April 2022  |  17:41 WIB
Bursa Efek London - London Stock Exchange - Blomberg
Bursa Efek London - London Stock Exchange - Blomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah emiten yang melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di bursa London, Inggris menjatat jumlah paling sedikit sejak krisis keuangan global, karena pasar yang bergejolak dan kinerja setelah IPO yang buruk menghambat selera investor.

Dilansir Bloomberg, total dana yang diraup emiten IPO di Inggris mencapai US$ 530 juta hingga akhir kuartal I/2021. Angka ini merupakan yang terendah sejak 2009.

Hanya dua IPO di London yang meraup lebih dari US$$50 juta pada tahun 2022, karena kekhawatiran tentang invasi Rusia ke Ukraina, melonjaknya inflasi dan kenaikan suku bunga menutup pasar IPO di seluruh dunia.

Serangkaian kegagalan di antara IPO perusahaan besar baru-baru ini membuat keadaan menjadi lebih buruk bagidi . Deliveroo Plc telah kehilangan 71 persen dari kepitalisasinya pada tahun pertama perdagangannya. Selain itu, Alphawave IP Group Plc, Oxford Nanopore Technologies Plc, Petershill Partners Plc dan Bridgepoint Group Plc juga tenggelam setelah IPO.

Co-head of equity sales Investec Andrew Peck mengatakan pasar IPO di Inggris cenderung tertutup saat ini, yang sangat jarang terjadi sebelumnya.

“Saat ini, harga saham yang tepat di mata pasar jelas terlalu rendah untuk orang yang ingin menjual aset berkualitas tinggi,” ujarnya, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (1/4/2022).

Selain itu, proyeksi penurunan kinerja juga turut menekan bank-bank di Inggris. Pada hari Jumat, Numis Corp. memperkirakan pendapatgan akan turun tajam dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021. Sementara itu, broker Peel Hunt Ltd. mengatakan ada "risiko eksekusi dan waktu yang meningkat" untuk transaksi perbankan investasi.

Meskipun perusahaan minyak Norwegia Var Energi AS dan produsen mikroelektronika Italia Technoprobe SpA meraup dana hasil IPO yang besar tahun ini di Eropa, sejumlah rencana pencatatan perdana gagal dilakukan di London, termasuk dari Mischon de Reya dan Olam International Ltd.

Beberapa perusahaan Inggris sedang mempertimbangkan untuk go public di AS untuk mencari dana yang lebih besar dan valuasi yang lebih tinggi, termasuk Zepz. SoftBank Group Corp. telah mengatakan ingin mendaftarkan produsen chip Arm Ltd. di New York. Sementara itu, CVC Capital Partners disebut tengah mempertimbangkan IPO di bursa Amsterdam.

Yang pasti, Olam dan Mischon de Reya masih menargetkan IPO, sementara yang lain seperti WE Soda dan Dyal Capital Partners dari Blue Owl Capital Inc. diperkirakan tengah memproses penawaran besar di Inggris tahun ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bursa london initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top