Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aksi Pelaku Usaha Swasta Dorong Akselerasi Transisi Energi Diapresiasi

Salah satu aksi yang diapresiasi tersebut adalah kerjasama strategis proyek PLTS 300MW antara Utomo SolaRUV dan Sungrow Power Supply Co.,Ltd., yang dinilai dapat menjadi solusi penting dalam hal penyediaan dan pelayanan sumber energi baru dan terbarukan di Indonesia. Karena selain ramah lingkungan, hal tersebut juga mampu menciptakan kemandirian energi sehingga tidak perlu bergantung pada cadangan batu bara yang ditaksir akan habis total dalam 98 tahun mendatang.
Proyek PLTS  25 MW di Pulau Sumbawa yang ditenagai produk inverter Sungrow.Dok: Utomo SolaRUV
Proyek PLTS 25 MW di Pulau Sumbawa yang ditenagai produk inverter Sungrow.Dok: Utomo SolaRUV

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Dunia (World Bank), melalui Program Bantuan Manajemen Sektor Energi (Energy Sector Management Assistance Program atau ESMAP) mengapresiasi sejumlah aksi yang dilakukan oleh para pelaku usaha untuk mendorong akselerasi energi di Indonesia.

Hal tersebut seperti dikatakan oleh Fabby Tumiwa, Anggota Technical Advisory Group (TAG) ESMAP 2022-2024, Kamis (31/3), dan pihaknya pun mendorong agar semakin banyak peran swasta nasional yang masuk dalam penetrasi industri energi terbarukan.

Salah satu aksi yang diapresiasi tersebut adalah kerjasama strategis proyek PLTS 300MW antara Utomo SolaRUV dan Sungrow Power Supply Co.,Ltd., yang dinilai dapat menjadi solusi penting dalam hal penyediaan dan pelayanan sumber energi baru dan terbarukan di Indonesia. Karena selain ramah lingkungan, hal tersebut juga mampu menciptakan kemandirian energi sehingga tidak perlu bergantung pada cadangan batu bara yang ditaksir akan habis total dalam 98 tahun mendatang.

“Kerja sama pihak swasta seperti Utomo SolaRUV dan Sungrow mendukung pembangunan ekosistem PLTS di Indonesia untuk mengakselerasi akses energi yang berkelanjutan dan upaya dekarbonisasi.” Ujar Fabby yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) tersebut.

Seperti diketahui, Presidensi G20 menjadi momentum Indonesia dalam mendorong aksi nyata perubahan iklim. Salah satu yang didorong adalah kontribusi sektor bisnis. Sektor ini dituntut mendukung pemenuhan masing-masing negara mencapai komitmen net zero emission yang telah ditentukan.

Indonesia berkomitmen menjalankan akselarasi transisi energi dengan 3 prinsip, yakni energy security, accesibility, dan affordability agar transisi energi harus berjalan adil dan terjangkau untuk semua pihak. Transisi energi yang membutuhkan biaya besar tidak boleh meningkatkan angka kemiskinan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi global untuk mencapai tujuan tersebut.

Bank Dunia melalui Program Bantuan Manajemen Sektor Energi (Energy Sector Management Assistance Program atau ESMAP) mengusulkan dukungan keuangan dan teknis yang komprehensif kepada negara berpendapatan rendah dan menengah untuk memangkas kemiskinan dan memacu pertumbuhan melalui solusi-solusi energi yang berkelanjutan.

ESMAP akan mengembangkan Sustainable Renewables Risk Mitigation Initiative (SRMI) dengan pendekatan unik, terintegrasi, dan bisa direplikasi untuk melancarkan stimulus ekonomi hijau melalui investasi publik yang ditargetkan untuk meningkatkan investasi sektor swasta dalam skala besar.

Penandatanganan komitmen kerjasama antara Darmawan Utomo selaku Direktur Utama PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia dengan Benny Xiao dari Sungrow Power Supply Co., Ltd. dilakukan bertepatan dengan perhelatan pameran Solartech Indonesia 2022.

Luis Xu, APAC Director Sungrow Power Supply Co. Ltd. menyatakan bahwa dengan ditunjuknya perwakilan Indonesia di TAG ESMAP World Bank bersanding dengan tokoh tokoh energi dunia, hal ini menunjukkan pentingnya posisi Indonesia dalam transisi energi dunia.  Jadi kami selaku produsen inverter dengan kapasitas terbesar di dunia menyambut baik hal ini, agar lompatan energi bersih Indonesia dapat segera terjadi, ujarnya.

Managing Director Utomo SolaRUV, Anthony Utomo, menerangkan bahwa perusahaan akan terus berkomitmen mendukung pemanfaatan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), baik di rooftop bangunan, lokasi perairan (floating PV), atau pun juga pemanfaatan lokasi bekas lahan tambang. Yang terbaru, produk Utomo SolaRUV turut berkontribusi pada proyek EBT perusahaan nasional seperti Medco Energi di pulau Sumbawa, yakni Sungrow SG250HX dan Sungrow COM100A,” ujarnya.

Menurutnya upaya pemerintah untuk mendorong industri-industri yang berada di Indonesia agar menerapkan konsep industri hijau mengalami beberapa tantangan, salah satunya adalah masih terbatasnya SDM yang kompeten dalam penerapan industri hijau. Sehingga, kerjasama strategis dengan Sungrow ini menjadi komitmen Utomo SolaRUV untuk terus mengawal industri-industri di Indonesia menjadi net zero emission company.

Menurutnya, selain level industri, transisi energi melalui PLTS Atap juga perlu didorong penggunaannya pada level rumah tangga. Sementara itu Sungrow pun tidak hanya terkenal sebagai produsen inverter untuk industri, namun juga untuk skala rumah tangga. Bahkan, produk inverter Sungrow yang disediakan Utomo SolaRUV telah bersertifikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yakni tipe SG5K-D dan SG5.0RT.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper