Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bapok Naik Jelang Ramadan, Wamendag: Masih Wajar

Wamendag Jerry menilai kenaikan harga barang kebutuhan pokok atau bapok jelang ramadan masih wajar.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  10:59 WIB
Aktivitas jual-beli di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Aktivitas jual-beli di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) meninjau harga barang kebutuhan pokok atau Bapok menjelang Ramadan di Pasar Rakyat Leles, Garut, Rabu (30/3/2022).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memastikan ketersediaan barang Bapok menjelang Ramadan dalam kondisi aman. Harga bapok juga dinilai masih dalam batas wajar.

"Dilaporkan ada beberapa barang kebutuhan pokok yang naik masih dalam batas kewajaran karena ada penawaran dan permintaan jelang Puasa. Namun, sejauh ini stok masih tersedia," kata Jerry lewat siaran pers, Kamis (31/3/2022).

Dalam tinjauan kemarin, Jerry menemukan sejumlah harga bapok yang mengalami kenaikan harga seperti telur dari Rp22.000 per kilogram menjadi Rp24.000 per kilogram, gula pasir dari Rp14.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram menjadi Rp125.000 per kilogram.

Sementara itu daging ayam Rp34.000 per kilogram menjadi Rp36.000 per kilogram, cabe rawit dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Di sisi lain, harga minyak kemasan sederhana masih di kisaran Rp25.000 per liter dan minyak curah Rp25.000 per liter.

Menurut Jerry, pemerintah saat ini fokus untuk menjamin keberlangsungan suplai dan stok minyak goreng untuk masyarakat. Terkait harga, kata dia, pemerintah juga sudah menerapkan peraturan untuk harga minyak goreng curah dan kemasan.

Pasar Leles yang dibangun pada 1917 ini telah selesai direvitalisasi dan sekarang memiliki 331 kios serta 81 los yang diisi oleh 173 pedagang. Komoditas yang dijual di pasar ini antara lain sembako, buah-buahan, kelontongan, bumbu masak, peralatan rumah tangga, tas, dan pakaian.

Sebelumnya, Pasar Leles sendiri mengalami musibah empat kali kebakaran pada tahun 2000, 2017, 2018, dan 2021. Pasar Leles yang terbakar pada Minggu 21 Juni 2021 sendiri merupakan pasar darurat yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Garut sebagai langkah penanggulangan.

“Pasar yang sudah terbangun ini diharapkan dapat dikelola dan dipelihara dengan baik. Kenyamanan bertransaksi jual beli di pasar tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag minyak goreng
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top