Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Pengembangan Properti di Kawasan TOD Diminati Investor

Ternyata ini alasan pengembangan properti di kawasan transit oriented development (TOD) kian diminati investor.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  15:50 WIB
Pengunjung mencoba virtual reality disamping maket hunian terintegrasi transportasi Stasiun Rawa Buntu yang dibangun dengan konsep Transit oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/12/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung mencoba virtual reality disamping maket hunian terintegrasi transportasi Stasiun Rawa Buntu yang dibangun dengan konsep Transit oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/12/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Colliers Indonesia mencatat pengembangan properti di dalam dan sekitar area Transit Oriented Development (TOD) diminati oleh investor.

Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia Steve Atherton mengatakan pembangunan infrastruktur berkembang pesat di Jakarta dan kota-kota sekitarnya termasuk pembangunan transportasi massal seperti Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Commuterline yang sangat mendukung konsep pengembangan wilayah dan perkotaan yang terintegrasi dengan jaringan transportasi massal.

"Selain itu, TOD merupakan konsep pembangunan wilayah yang berfokus pada integrasi jaringan angkutan umum massal berbasis rel dan moda transportasi tidak bermotor," ujarnya dalam laporan, Rabu (30/3/2022).

Oleh karena itu, Steve mengatakan konsep pengembangan TOD sangat memperhatikan aspek kemudahan dan kenyamanan mobilitas manusia, seperti berjalan kaki atau bersepeda.

Penggunaan kata TOD dalam memasarkan sebuah properti seringkali menjadi gimmick yang digunakan para pengembang saat menjual produk residensial di dekat stasiun KRL, MRT atau LRT.

Menurutnya, hal ini memberikan pemahaman yang terbatas kepada masyarakat, karena memaknai konsep TOD hanya sebagai properti yang dikembangkan berdekatan dengan stasiun transportasi.

"Pengembangan TOD memiliki konsep yang luas, tidak hanya pengembangan satu fungsi tunggal. Melainkan tentang pengembangan kawasan terpadu serba guna yang memiliki berbagai fungsi, seperti pemukiman, komersial, ruang terbuka publik, rekreasi, fasilitas kesehatan dan sekolah," imbuhnya. 

Steve menuturkan ada beberapa tantangan dalam mengembangkan TOD di Indonesia yakni lokasi yang berada di kawasan yang sudah mapan sehingga perlu kajian mendalam untuk bisa mengimplementasikan konsep TOD yang baru

Tantangan lainnya, kata dia, peraturan di Indonesia yang dalam proses penyempurnaan regulasi agar ideal. Kendati demikian, dia tak memungkiri dalam penyusunan peraturan tersebut, pemerintah juga menghadapi banyak tantangan terkait kewajibannya untuk melibatkan berbagai departemen terkait dalam penyusunan peraturan tersebut.

"Sebagai ilustrasi, ketika pemerintah ingin pelebaran trotoar, pemerintah perlu berkoordinasi dengan berbagai instansi, seperti Dinas Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pertamanan dan Pemakaman. dan Perusahaan Listrik Negara," ucapnya.

Dia menilai suatu kawasan TOD dapat dikatakan sebagai pengembangan TOD yang ideal apabila akses menuju simpul transportasi massal dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda selama kurang lebih 10-15 menit (400-800 meter), dan harus terkoneksi dengan baik.

Kawasan TOD yang ideal memperhatikan kenyamanan bagi semua kalangan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dan juga penyandang disabilitas. 

Senior Manager Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia Ringkardo Goratama menuturkan bahwa kawasan TOD memiliki potensi yang sangat besar dibandingkan dengan kawasan non TOD. Pasalnya, dalam pengembangan properti harus multi fungsi dan terintegrasi

Tidak hanya dari kemudahan akses stasiun transportasi, tetapi juga sebagai peruntukan untuk meningkatkan intensitas pemanfaatan ruang berupa kemudahan untuk memaksimalkan koefisien dasar bangunan dan koefisien lantai bangunan. 

"Insentif rasio ini dapat diperoleh pengembang ketika mengembangkan di dekat kawasan TOD. Apalagi, pengembangan produk di area TOD seharusnya memiliki permintaan yang lebih kuat," tuturnya.  

Dari sisi investor, TOD dapat menghadirkan pasar sewa captive yang menarik untuk apartemen atau penggunaan komersial. Hasil positif lainnya bagi pemilik properti ketika mengembangkan konsep TOD di kawasan atau sekitarnya, adalah nilai properti yang lebih tinggi dibandingkan kawasan non-TOD.

Secara umum, manfaat pengembangan TOD ke depan bagi masyarakat adalah berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan dan polusi. Colliers melihat konsep TOD akan membantu menjawab beberapa permasalahan di kota-kota seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Selain itu, produk pengembangan di kawasan TOD harus mendapat permintaan yang baik dari warga dan investor properti.

"Orang yang tinggal dan bekerja di area TOD akan memiliki akses mudah ke tempat kerja, rumah, dan aktivitas. Dengan mudah menjangkau pusat-pusat aktivitas melalui jalan kaki atau bersepeda akan terbentuk gaya hidup sehat, dimana budaya jalan kaki dan hidup aktif menjadi gaya hidup baru," terangnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti colliers tod
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top