Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diminta Naikkan DMO Batu Bara Jadi 30 Persen, Begini Respons ESDM

Realisasi DMO batu bara secara nasional sepanjang tahun lalu mencapai 133 juta ton atau 97 persen dari target 137,5 juta ton. Dari total produksi batu bara nasional sepanjang 2021 sebesar 640 juta ton, 89 persen atau 435 juta ton diantaranya diserap pasar ekspor dengan nilai US$31,6 miliar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  16:34 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak meratanya distribusi batu bara dengan harga khusus US$90 per metrik ton, mendorong Kementerian Perindustrian meminta persentase domestic market obligation (DMO) dinaikkan, dari 25 persen saat ini menjadi 30 persen.

Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (BGNL) Kemenperin mengatakan selain sebaran yang belum merata, kebutuhan batu bara untuk industri semen juga melonjak tahun ini. Proyeksi kebutuhannya sebesar 16,66 juta ton dari hanya 4,45 juta ton tahun lalu.

"Kalau diizinkan kami berharap DMO dinaikkan menjadi 30 persen sehingga benar-benar industri semen bisa bergerak lebih leluasa," kata Wiwiek dalam webinar online, Rabu (30/3/2022).

Hal yang sama diungkapkan Vice President Pengadaan Barang PT Pupuk Kalimantan Timur Yohanes Kus Arisanto. Dia mengatakan batu bara dengan harga DMO sejauh ini ketersediaannya masih terbatas.

"Untuk kebutuhan industri kami, pada saat membutuhkan, kami kesulitan [mendapatkan]," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Lana Saria, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) tahun ini seluruhnya sekira 1 miliar ton.

Jika DMO dinaikkan menjadi 30 persen, maka volumenya sebesar 250 juta ton. Sedangkan kebutuhan batu bara dalam negeri hanya berkisar 180 juta hingga 190 juta. Lana mengatakan jika setiap perusahaan batu bara memenuhi 25 persen DMO, kebutuhan nasional seharusnya tercukupi.

"Sehingga saat ini dengan 25 persen masih cukup apabila semuanya melaksanakan kewajibannya terutama yang memenuhi spesifikasi, apakah untuk kebutuhan PLN maupun non PLN," ujar Lana.

Adapun, realisasi DMO batu bara secara nasional sepanjang tahun lalu mencapai 133 juta ton atau 97 persen dari target 137,5 juta ton. Dari total produksi batu bara nasional sepanjang 2021 sebesar 640 juta ton, 89 persen atau 435 juta ton diantaranya diserap pasar ekspor dengan nilai US$31,6 miliar.

Dari jumlah DMO batu bara tersebut, yang terserap ke industri semen mencapai 4,45 juta ton.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri batu bara dmo
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top