Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lewatkan Tax Amnesty Jilid I, Artis Gamaliel Mengaku Bakal Ikut PPS

Gamaliél pun menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini Ditjen Pajak Kementerian Keuangan perlu melakukan sosialisasi yang lebih gencar mengenai perpajakan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 Maret 2022  |  14:22 WIB
Wajib pajak mencari informasi mengenai program PPS di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Senin (17/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Wajib pajak mencari informasi mengenai program PPS di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Senin (17/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Penyanyi Ganaliel Krisatya Tapiheru atau Gamaliél mengaku tidak sempat mengikuti program tax amnesty pada 2016. Dia pun menyatakan akan mengikuti Program Pengungkapan Sukarela atau PPS.

Hal tersebut disampaikan oleh Gamaliél dalam bincang-bincang terkait pajak dalam acara Spectaxcular yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan pada Rabu (23/3/2022). Dia hadir bersama sejumlah pesohor lainnya, seperti Raffi Ahmad, Arief Muhammad, Rudi Salim, dan Hotman Paris.

Di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo yang ada di acara tersebut, Gamaliél menyatakan akan menyelesaikan kewajiban perpajakannya melalui PPS. Seperti diketahui, program itu masih berlangsung hingga 30 Juni 2022.

"Waktu kemarin tax amnesty pertama kelewat, karena ada permasalahan dengan NPWP saya, kantor saya, dan manajer saya yang lama, begitu lah. Pokoknya ujungnya saya mau join ke PPS sekarang ini," ujar Gamaliél pada Rabu (23/3/2022).

Dia memperoleh informasi terkait tax amnesty pada kurun 2016—2017 dan menemukan adanya program serupa pada 2022. Gamaliél menyatakan bersedia memenuhi kewajiban perpajaknya karena uang tersebut akan bermanfaat bagi orang banyak.

Selain itu, Gamaliél pun menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini Ditjen Pajak Kementerian Keuangan perlu melakukan sosialisasi yang lebih gencar mengenai perpajakan. Hal itu mencakup pengisian surat pemberitahuan (SPT), perhitungan pajak, dan aspek lainnya yang penting.

"Mimpi saya, pengen generasi muda yang baru mulai banget, yang mungkin baru punya KTP diinfoin tentang hal ini [kewajiban perpajakan]. Jangan sampai pas usaha udah maju, baru tahu ternyata pajaknya jadi tinggi [terakumulasi karena tidak terhitung dengan baik di setiap tahun pajak]," ujar Gamaliél.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pps Tax Amnesty
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top