Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sambut Ramadan, ASDP Siapkan Posko Bagi Penumpang

ASDP mulai mengantisipasi lonjakan penumpang yang bakal terjadi pada Ramadan tahun ini, apalagi terkait adanya pelonggaran aturan perjalanan.
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor menumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) menyeberangi Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat. ASDP mengantisipasi lonjakan penumpang saat Ramadan/ANTARA-Jessica Helena Wuysang
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor menumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) menyeberangi Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat. ASDP mengantisipasi lonjakan penumpang saat Ramadan/ANTARA-Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiagakan posko untuk menghadapi kepadatan jelang Ramadan pada tahun ini yang diproyeksikan mengalami lonjakan penumpang.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan divisi operasi dari ASDP telah mulai menginventarisir kebutuhan dan proyeksi yang dibutuhkan menjelang Ramadan. Terkait dengan adanya posko, ASDP juga tetap membukanya selama pandemi pada tahun lalu.

Dia memastikan lonjakan penumpang bakal terjadi apabila tak ada perubahan regulasi lebih jauh pada tahun ini soal persyaratan perjalanan. Tak hanya itu, prediksi lonjakan dibuat dengan asumsi bahwa masyarakat sudah merindukan untuk bersilaturahmi setelah dilarang mudik selama 2 tahun ini.

“Apalagi kalau nanti kebijakan pemerintah masih sama itu saya rasa bisa ada peningkatan penumpang pasti. Orang sudah lama tidak silaturahmi. Sebetulnya, Kemarin waktu pandemi juga kami juga masih buka posko,” ujarnya dikutip, Kamis (17/3/2022).

Sementara itu, jelang Ramadan dan Idulfitri, PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah soal pelaksanaan angkutan lebaran atau mudik.

VP Public Relations Joni Martinus mengatakan KAI akan mendukung seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Dia meminta agar masyarakat bersabar menunggu keputusan dari pemerintah terkait dengan aturan perjalanan pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

"Untuk angkutan lebaran dengan kereta api, KAI meminta kepada masyarakat untuk bersabar terlebih dahulu. KAI akan segera menginformasikan terkait penjualan tiket beserta persyaratannya sambil menunggu info lebih lanjut dari pemerintah," kata Joni dikutip dari siaran pers, Rabu (16/3/2022).

Sejauh ini, KAI masih melayani penjualan tiket kereta api reguler yang dapat dibeli masyarakat pada H-30 melalui aplikasi KAI Access, web KAI, loket, dan channel eksternal yang ditetapkan.

Saat ini juga, KAI tengah melonggarkan persyaratan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh maupun KRL di wilayah aglomerasi. Misalnya, bagi pengguna kereta api jarak jauh yang sudah divaksin dosis lengkap (kedua) atau booster (ketiga) tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes Covid-19, antigen maupun RT-PCR.

Selain itu, kapasitas penumpang ditingkatkan menyusul penurunan jumlas kasus Covid-19 yang ditandai dengan level PPKM di berbagai daerah. Seluruh perubahan kebijakan perjalanan moda kereta api tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No.25/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper