Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Tutup Perlintasan Sebidang Stasiun Pasar Senen, Ini Persiapannya

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan sosialisasi hingga evaluasi menjelang penutupan perlintasan sebidang di sisi selatan Stasiun Pasar Senin, Jakarta.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  10:58 WIB
Situasi Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, menjelang larangan mudik pada Rabu (5/5/2021). - Antara
Situasi Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, menjelang larangan mudik pada Rabu (5/5/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan menutup perlintasan sebidang di sisi selatan Stasiun Pasar Senin, Jakarta. Jelang penutupan, sejumlah proses dilakukan mulai dari sosialisasi hingga evaluasi berkala.

Untuk itu, sosialisasi penutupan perlintasan sebidang Stasiun Pasar Senen dilakukan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat sekitar yang akan terdampak.

Kegiatan dialog dan sosialisasi dilakukan sejak dua hari yang lalu Selasa (8/3/2022) dan Rabu (9/3/2022), dan dihadiri oleh Lurah Kramat, Lurah Tanah Tinggi, Camat Senen, perwakilan warga Kelurahan Kramat dan Kelurahan Tanah Tinggi, Wali Kota Jakarta Pusat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Pusat, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI (Persero), Kepala Daerah Operasi 1 Jakarta PT KAI (Persero), dan Kapolsek Senen.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Edi Nur Salam menyampaikan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi perlintasan sebidang. Sebab, menurut Undang-Undang (UU) No.23/2007 tentang Perkeretaapian, perlintasan kereta api seharusnya tidak boleh lagi sebidang dengan jalan raya.

"Apalagi dengan adanya perlintasan sebidang, keselamatan pengguna jalan raya terancam, dan lalu lintas pun terganggu," kata Edi, dikutip dari siaran pers, Kamis (10/3/2022).

Edi menuturkan penutupan perlintasan sebidang di sisi selatan Stasiun Pasar Senen perlu dilakukan mengingat sudah tersedia underpass untuk melintasi jalur kereta api. Sehingga, perlintasan sebidang yang ada di kawasan tersebut harus ditutup karena fungsinya sudah terakomodasi dengan tersedianya underpass.

Selain itu, Edi menyampaikan DJKA membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam membangun underpass dan fly over serupa untuk mengurangi perlintasan sebidang di daerahnya.

"Bagaimanapun, yang kami lakukan ini adalah untuk menyelamatkan nyawa pengguna jalan dan memastikan kereta api dapat melintas dengan selamat," ujar Edi.

Adapun, Kemenhub mencatat terdapat sekitar 1.500 perlintasan yang sudah ditutup hingga saat ini, dan masih ada 500 perlintasan sebidang yang perlu ditutup.

Selain itu, penutupan perlintasan liar akan menjadi fokus perhatian DJKA dengan target setidaknya 280 titik perlintasan liar dapat ditutup tahun ini.

Penutupan perlintasan sebidang di sisi selatan Stasiun Pasar Senen ini, tambah Edi, juga merupakan bagian dari upaya mendukung switch over Stasiun Manggarai Ultimate. Sebab, Stasiun Manggarai Ultimate akan dijadikan stasiun sentral dengan mendapat penambahan jalur untuk melayani rute Bogor Line dan Bekasi Line. Hal ini berdampak pada meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api termasuk di perlintasan Stasiun Pasar Senen yang akan ditutup ini.

Edi menuturkan sebelum perlintasan sebidang ditutup secara permanen, akan dilakukan uji coba dan evaluasi mingguan sebagai wadah mencari solusi permasalahan yang muncul terkait dengan rencana penutupan perlintasan sebidang.

Di samping itu, DJKA Kemenhub akan terus berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah untuk memastikan pejalan kaki dan pedagang yang membawa gerobak masih bisa melintas melalui jalan alternatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai perlintasan sebidang pasar senen
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top