Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atasi Krisis Energi, Amerika Desak Perusahaan Migas Tingkatkan Produksi

Reaksi ini merupakan buntut dari antisipasi krisis energi akibat penjatuhan sanksi terhadap Rusia.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  13:46 WIB
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA - Pejabat tinggi energi AS secara terbuka mendesak produsen minyak dan gas alam untuk meningkatkan pasokan di tengah krisis energi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (10/03/2022), Menteri Energi Jennifer Granholm menegaskan pihaknya bertanggung jawab untuk meningkatkan pasokan jangka pendek.

"Kita berada di ambang perang. Saat ini tengah terjadi keadaan darurat, dan kami harus meningkatkan pasokan jangka pendek secara bertanggung jawab untuk menstabilkan pasar dan meminimalkan kerugian bagi keluarga Amerika pada saat ini," kata Granholm pada konferensi energi CERAWeek yang diselenggarakan oleh S&P Global di Houston, Rabu (09/03/2022) waktu setempat.

Granholm tampaknya menawarkan "solusi damai"  kepada industri yang pernah dijauhi oleh Presiden Joe Biden itu, dengan mengatakan bahwa AS “sangat berterima kasih” kepada perusahaan minyak dan gas karena telah memberi daya pada negara selama satu abad terakhir. Pemerintah berharap mereka akan terus melakukannya untuk yang berikutnya 100 tahun mendatang dengan teknologi nol karbon. 

Komentarnya muncul setelah para eksekutif minyak pada pertemuan puncak energi terbesar di Amerika mengkritik Gedung Putih karena meminta negara-negara OPEC untuk meningkatkan produksi, daripada produsen dalam negeri. Perusahaan oil shale independen terbesar mengatakan mereka tidak akan mempercepat pertumbuhan tanpa dukungan jangka panjang dari Biden, bahkan ketika harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2014.

“Saat ini, kami membutuhkan produksi minyak dan gas untuk memenuhi permintaan saat ini. Meningkatkan pasokan minyak jangka pendek tidak bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk energi bersih. Layaknya, kita bisa berjalan dan mengunyah permen karet pada saat bersamaan,” katanya.

Sebelumnya, Penasihat Departemen Luar Negeri Amos Hochstein menyebut keengganan industri untuk meningkatkan produksi sebagai hal yang "mengerikan."

“Kami berharap dapat meningkatkan produksi tahun ini,” pungkas Hochstein.

Pernyataan Granholm lebih mendamaikan. Departemen Energi dan Administrasi Biden siap bekerja dengan perusahaan minyak dan gas untuk mendiversifikasi portofolio energi mereka dan menambahkan bahan bakar dan teknologi bersih, katanya. Dia juga mengatakan AS mungkin perlu melepaskan lebih banyak minyak dari cadangan strategisnya.

"Saya berharap kita akan melihat kembali pada 2022 sebagai tahun di mana dunia mengambil langkah besar untuk meningkatkan keamanan energi, dan untuk mengatasi perubahan iklim. Untuk melakukan itu, untuk berada di jalur kebenaran sejarah, kita harus bekerja sama," tandas Granholm.
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas Perang Rusia Ukraina
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top