Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Pertanian Jadi Pemicu Deflasi Indeks Harga Grosir Februari 2022

Penyebab utama deflasi di indeks harga perdagangan besar berasal dari sektor pertanian, terutama di komoditas telur ayam ras, cabai rawit dan kubis atau kol.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 01 Maret 2022  |  12:46 WIB
Sektor Pertanian Jadi Pemicu Deflasi Indeks Harga Grosir Februari 2022
Lapak sayuran di Pasar Mardika, Ambon. - Antara/John Soplanit

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) atau indeks harga grosir pada Februari 2022 mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,01 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

"Kalau kita lihat penurunannya ini terjadi pada sektor pertanian yaitu sebesar 1,14 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers secara daring, Selasa (1/3/2022).

Setianto menjelaskan, penyebab utama penurunan indeks harga perdagangan besar berasal dari sektor pertanian, terutama komoditas telur ayam ras, cabai rawit dan kubis atau kol.

Di lain sisi, sektor pertambangan dan penggalian mengalami kenaikan 0,67 persen mtm, dimana penyebab utama kenaikan IHPB sektor pertambangan dan penggalian ini disebabkan oleh harga pasir.

Sektor industri mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen mtm, dengan kenaikan IHPB utamanya adalah solar, rokok kretek dan filter, LPG dan gula pasir.

BPS juga mencatat, IHPB kelompok bangunan dan konstruksi secara umum masih mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen. Adapun kelompok bangunan dan konstruksi yang mengalami kenaikan antara lain solar, pasir, besi konstruksi bangunan, barang dari logam aluminium, pipa PVC serta cat dan sejenisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

deflasi indeks harga perdagangan besar
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top