Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kepak Ekspansi Medco di Bawah Arifin Panigoro

Grup Medco berhasil dibawa oleh Arifin Panigoro untuk berekspansi ke sejumlah negara di luar negeri.
Arifin Panigoro. Bisnis
Arifin Panigoro. Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Grup Medco Arifin Panigoro meninggal dunia pada usia 76 tahun. Dari tangannya, Medco menjelma menjadi perusahaan migas internasional.

Arifin Panigoro merupakan pebisnis berdarah Gorontalo kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 14 Maret 1945. Dia meninggal dunia pada 27 Februari 2022 di Rocherter, Minneapolis, Amerika Serikat atau 28 Februari 2022 waktu Indonesia.

Dalam kiprahnya membangun Medco, Arifin memulai perjalanan bisnisnya dari bawah. Dimulai dengan menjadi kontraktor instalasi listrik dari pintu ke pintu. Hingga berkecimpung dalam industri minyak dan gas pada 1980.

Pada tahun itu, Arifin mendirikan perusahaan kontraktor pengeboran Indonesia. Dia memilih Meta Epsi Pribumi Drilling Company (Medco) sebagai nama perusahaan.

Setelahnya, perusahaan terus berkembang. Dimulai ketika MedcoEnergi mengakuisisi Tesoro di Kalimantan Timur pada 1992. Akuisisi kontrak tersebut menjadi batu lonjatan bagi Medco menjalankan aktivtas eksplorasi dan produksi migas.

Demi mengepakkan sayap bisnis, MedcoEnergi melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 1994. Kemudian mengambil alih 100 persen saham PT Stanvac Indonesia dari Exxon dan Mobil Oil.

Kerja keras Arifin terus terbuka hingga menemukan lapangan minyak terbesar di Kaji dan Semoga, Blok Rimau, Sumatera Selatan pada 1996. Diikuti dengan mengoperasikan kilang metanol milik Pertamina di Pulau Bunyu pada 1997. Akuisisi 3 wilayah kerja baru yakni Simenggaris, Western Madura dan Senoro - Toili pada 2000.

Medco di bawah kendali Raja Minyak Indonesia ini sukses menancapkan kakinya di dunia internasional pada 2004. Langkah ini terlihat dari usaha Medco mengambil alih 100 persen saham Novus Petroleum Ltd. Aksi korporasi ini menandai ekspansi perseroan ke arena migas internasional.

Libya

Pada 2005, MedcoEnergi memperoleh production sharing agreement dari pemerintah Libya untuk mengeksplorasi dan produksi minyak dan gas di area 47. Eksplorasi area 47 ini dimulai pada 2007 setelah menemukan cadangan sebesar 352 MMBOE.

Pada 2010, MedcoEnergi mendapatkan operatorship di Libya. Perseroan bahkan berhasil membuat 3 temuan dari 3 sumur eksplorasi di Area 47. Setahun kemudian, perusahaan memperoleh persetujuan komersialisasi untuk area tersebut.

Oman

Medco juga melakukan ekspansi bisnis ke Oman setelah mendapat kontrak jasa E&P 10 tahun untuk lapangan Karim Field di negara itu. Pada 2014, Medco menandatangani kontrak eksplorasi di produksi baru di Blok 56, Oman. Terhadap lapangan Karim Fields kecil, Medco berhasil mendapatkan tambahan 25 tahun operasi di wilayah itu pada 2015.

Yaman dan Tunisia

Dalam kesepakatan Production Sharing Agreement, perseroan pertama kali menandatangani perjanjian dengan Kementerian Minyak dan Mineral Republik Yaman untuk Blok 82 dan 83 pada 2008. Kemudian ikut mengakuisisi 8 wilayah kerja migas di Tunisia. Langkah ini diambil melalui akuisisi Storm Venture International (Barbados) Ltd.

Setidaknya, ekspansi bisnis minyak dan gas Medco berkembang hingga ke 8 negara lainnya. Selain Indonesia, Medco juga menjelma menjadi perusahaan migas internasional seperti di Malaysia, Vietnam, Thailand, Oman, Yaman, Tanzania Libya hingga Meksiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rayful Mudassir
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper