Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Capaian Pajak Penghasilan hingga Investasi Milenial

Program pengungkapan sukarela diharapkan dapat mendorong aliran modal ke dalam negeri dan memperkuat investasi di bidang pengolahan sumber daya alam dan sektor energi terbarukan.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  06:40 WIB
Warga melintasi spanduk Program Pengungkapan Sukarela (PPS) di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Senin (17/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi spanduk Program Pengungkapan Sukarela (PPS) di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Senin (17/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Terhitung 1 Januari hingga hingga 30 Juni 2022, pemerintah memberlakukan program pengungkapan sukarela atau PPS. Setelah dua bulan, pajak penghasilan yang telah dikumpulkan melalui program tersebut tercatat Rp2,23 triliun.

Berita dan analisis soal perpajakan tersebut menjadi salah satu dari lima berita pilihan yang disajikan dalam Bisnisindonesia.id edisi Senin (28/2/2022).

Selain itu, ada berita mengenai penaikan harga LPG, manuver EXCl pada awal tahun, dampak sanksi AS dan UE kepada Rusia terhadap RI, serta milenial yang semakin banyak berinvestasi di bursa berjangka.

Berikut rangkuman kelima berita pilihan tersebut.

1. 2 Bulan Tax Amnesty Jilid II Kumpulkan PPh Rp2,23 Triliun

Setelah dua bulan program pengungkapan sukarela atau PPS, pemerintah berhasil mengumpulkan pajak penghasilan atau PPh senilai Rp2,23 triliun. Hal itu diketahui dari data PPS dalam angka per Minggu (27/2/2022) pukul 08.00 WIB yang diunggah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Secara terperinci disebutkan bahwa jumlah wajib pajak sebanyak 17.754, jumlah surat keterangan 19.865. 

Sementara itu, jumlah PPh mencapai Rp2.223,91 miliar, nilai harta bersih Rp21.417,21 miliar, sedangkan deklarasi aset dalam negeri dan repatriasi tercatat Rp18.726,81 miliar. Deklarasi aset luar negeri Rp1.361,28 miliar. 

Investasi tercatat sebesar Rp1.331,4 miliar. Jika dihitung, rata-rata harta yang dilaporkan setiap peserta berkisar Rp1,2 miliar, tetapi nilai harta tersebut tentu berbeda-beda dari setiap wajib pajak.

Sebelumnya, hingga Sabtu (26/2/2022), terdapat 17.582 wajib pajak yang mendaftar program PPS. Terdapat 19.655 surat keterangan dari seluruh peserta, sejak PPS berlaku pada 1 Januari 2022. Total nilai harta bersih yang dilaporkan para peserta mencapai Rp21,10 triliun. 

2. Adilkah Menaikkan LPG Saat Konsumen Ditekan Harga Pangan?

Di tengah tekanan harga berbagai komoditas pangan pokok sepanjang awal tahun ini, daya beli masyarakat Indonesia berisiko makin terpukul setelah PT Pertamina (Persero) tetiba menaikkan harga Bright Gas dan LPG 12 kilogram.

Melalui PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga elpiji nonsubsidi mulai Minggu (27/2/2022).

Pertamina menegaskan penyesuaian harga ini telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG nonsubsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di Asean.

Keputusan penaikan harga gas cair atau liquefied petroleum gas (LPG) tersebut membetot kritik dari anggota badan legislatif karena kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat masih belum pulih sepenuhnya akibat pandemi Covid-19.

Kenaikan harga jual gas tabung 12 kilogram juga akan diikuti dengan naiknya harga-harga barang kebutuhan lainnya karena tidak sedikit pelaku usaha kecil dan menengah yang mempergunakan gas 12 kilogram.

LPG

Petugas menata tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Selasa (11/1/2021). Bisnis/Suselo Jati

3. Manuver Gesit EXCL di Awal Tahun, Akankah Berbuah Manis?

PT XL Axiata Tbk. mengawali tahun ini dengan cukup menjanjikan. Perseroan resmi merampungkan akuisisi atas PT Link Net Tbk. (LINK) pada 27 Januari 2022 dan juga mengumumkan capaian laba yang melonjak hingga 247 persen pada 2021 lalu.

Tidak saja sampai di situ, perseroan juga melepas 859 menara senilai Rp750 miliar ke Edotco dan menyewa kembali 791 unit di antaranya sehingga menjadikan fokus perseroan kini lebih tajam.

Perseroan pun menganggarkan belanja modal atau capital expenditure yang cukup tinggi tahun ini. Lantas, bagaimana prospek saham emiten berkode EXCL ini tahun ini?

EXCL telah melakukan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJB) terhadap sejumlah 66,03 persen saham LINK dengan harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp4.800 per saham biasa atau sekitar Rp8,72 triliun.

Seorang analis menilai bahwa akuisisi LINK oleh EXCL akan membuka banyak peluang bagi EXCL.

4. Menghitung Dampak Sanksi AS dan Eropa ke Rusia Bagi Indonesia

Uni Eropa mengumumkan sanksi untuk mengeluarkan sejumlah bank Rusia dari Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) pada Sabtu (26/2/2022) malam waktu setempat. Sebelumnya, sejumlah sanksi telah dijatuhkan AS dan mitranya atas Rusia. Bagaimana dampak yang mungkin terjadi di Indonesia?

SWIFT merupakan jaringan pengiriman pesan yang digunakan oleh bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mengirim dan menerima informasi transaksi dengan cepat dan aman.

Seperti dikutip Aljazeera dari seorang pejabat senior di pemerintahan Presiden AS Joe Biden, disebutkan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya “melucuti Benteng Rusia” dengan sanksi baru yang memutuskan bank-bank utama dari jaringan transaksi keuangan SWIFT dan menargetkan bank sentral Rusia. 

Tindakan tersebut bertujuan mencegah Putin menggunakan US$630 miliar dalam cadangan mata uang asing bank sentral untuk ongkos invasi ke Ukraina dan untuk mempertahankan rubel yang jatuh. 

Tindakan yang ditargetkan untuk melumpuhkan Rusia itu walau belum ada pernyataan resmi, bisa berpengaruh ke negara lain, termasuk ke Indonesia yang memiliki hubungan bisnis dengan Rusia.

5. Investor Milenial Makin Getol Buru Cuan di Bursa Berjangka

Animo masyarakat untuk bertransaksi di bursa berjangka semakin tinggi. Euforia itu muncul sejalan dengan laju harga komoditas yang terus menanjak. 

Menariknya, jumlah investor milenial yang bertransaksi di bursa berjangka terus bertambah. Salah satu bursa komoditi berjangka, ICDX, mencatat pertumbuhan nasabah milenial semakin meningkat pada tahun lalu.

Pada 2021, jumlah nasabah milenial ICDX tumbuh 37 persen. Hal itu menunjukkan minat anak muda terhadap perdagangan komoditas dan mata uang asing semakin tinggi. 

Hal itu tak lepas dari upaya edukasi dan literasi kepada masyarakat. Salah satu daya tarik bursa berjangka bagi investor muda yaitu banyaknya jenis aset yang bisa dipilih oleh investor. Mulai dari mata uang, komoditas, hingga aset kripto. 

Selain itu, bursa berjangka memiliki daya ungkit yang bisa mendorong investor atau trader  melakukan transaksi besar dengan minim  modal. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

excl penerimaan pajak kenaikan lpg bursa berjangka komoditas Perang Rusia Ukraina
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top