Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Pengolahan Buah Perluas Ekspor, Tapi Impor Bahan Baku Masih Tinggi 

Pertumbuhan industri pengolahan buah masih memiliki kesenjangan yang tinggi antara produktivitas di industri hulu dan hilir, meski prospek ekspor cukup besar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  15:36 WIB
Ilustrasi jus sayuran yang baik untuk kesehatan - Freepik
Ilustrasi jus sayuran yang baik untuk kesehatan - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Industri pengolahan buah dalam negeri tetap prospektif dengan perluasan pasar ekspor ke Spanyol, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Tetapi, harus diakui bahwa masih ada kesenjangan yang tinggi antara produktivitas di industri hulu dan hilir. 

Kementerian Perindustrian mencatat Indonesia memiliki enam industri pengolahan buah antara skala kecil dan menengah, dengan total kapasitas produksi sebasar 5.500 ton per tahun.

Sementara itu, di sektor hilirnya, terdapat 41 perusahaan dengan total kapasitas produksi mencapai 430.000 ton per tahun. Artinya, sisa kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi dari industri antara dalam negeri didapat melalui importasi.  

Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan industri pengolahan buah dalam negeri pada umumya sudah bermitra dengan kelompok petani atau koperasi buah lokal untuk mendapatkan bahan bakunya.

Kemitraan ini perlu terus didorong untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku, meningkatkan pemanfaatan dan nilai tambah sumber daya lokal. 

“Kami dari pemerintah mendorong industri pengolahan buah dalam negeri untuk menjalin kemitraan dengan petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program substitusi impor,” kata Putu dalam keteranganny, Minggu (27/2/2022).

Dari sisi kinerja ekspor, industri pengolahan hortikultura, yang di dalamnya termasuk industri pengolahan buah, membukukan pengapalan mencapai US$383 juta pada tahun lalu. Nilai tersebut meningkat 22,79 persen dibanding tahun sebelumya sebesar US$312 juta.

Putu mengatakan beberapa industri pengolahan buah sudah berorientasi ekspor semenjak awal mula berdiri. Dia mencatat pada 2021 nilai ekspor industri agro mencapai US$64,55 miliar, yang di antaranya juga disumbang oleh industri pengolahan buah. 

Dengan pasar ekspor yang terus melebar, Putu meyakini industri pengolahan buah dalam negeri sudah mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri terutama dari segi kualitas. 

“Berarapa waktu lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja ke PT Fruit Ing Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Kami melihat langsung proses produksi di sana cukup baik, dengan standar dan teknologi yang digunakan,” paparnya.

Produk antara pengolahan buah memiliki peluang pengembangan yang besar. Potensi buah dalam negeri dengan jumlah produksi sangat besar yang perlu diolah lebih optimal, antara lain pisang dengan jumlah produksi 7,2 juta ton per tahun, mangga (2,6 juta ton), jeruk siam (2,4 juta ton), nanas (1,8 juta ton), dan pepaya (887.000 ton).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor agribisnis buah
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top