Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grab Indonesia Berambisi Hadirkan 14.000 Kendaraan Listrik Tahun Ini

Grab sendiri telah meluncurkan lebih dari 8.500 armada kendaraan listrik roda dua dan roda empat yang beroperasi di Jabodetabek, Medan, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.
Ilustrasi Grab/Istimewa
Ilustrasi Grab/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Masuk ke ekonomi hijau, Grab berencana menghadirkan sekitar 14.000 kendaraan listrik hingga akhir 2022.

Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebut, sejak 2019 perusahaannya telah menaruh fokus untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Fokus kami ke depan adalah untuk terus memperkuat investasi Grab di industri kendaraan listrik," ujarnya, Kamis (24/2/2022).

Sejauh ini, menurut Neneng, Grab telah meluncurkan lebih dari 8.500 armada kendaraan listrik roda dua dan roda empat yang beroperasi di Jabodetabek, Medan, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Kendaraan listrik tersebut merupakan hasil dari kerja sama dengan mitra strategis dan sektor privat lokal maupun mancanegara seperti Gesits, Hyundai, Medco Energy, Kymco, VIAR, Lazada, Selis, Honda, dan Intelligent Transport System (ITS) Indonesia.

Pada Oktober lalu, Grab juga telah melanjutkan kerjasama dengan VIAR sebagai produsen kendaraan berbasis listrik lokal untuk menyiapkan 6.020 kendaraan listrik yang didistribusikan hingga akhir tahun 2021 ke seluruh Indonesia.

Menurut Neneng, pemanfaatan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya yang terus dicanangkan Pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Hal ini juga sejalan dengan salah satu fokus pemerintah pada perhelatan G20 Presidensi Indonesia, yaitu transisi energi.

"Kami menargetkan untuk menghadirkan total 14.000 armada kendaraan listrik pada akhir tahun ini, dan menjadi yang terbesar di Indonesia. Harapannya kendaraan listrik menjadi lebih mudah diakses masyarakat Indonesia dan juga mendukung upaya pemerintah," ujarnya.

Berdasarkan hasil temuan dalam laporan Environment, Social and Governance (ESG) Grab yang telah diluncurkan Juni 2021 lalu, serta melibatkan para pengguna Grab di enam negara di Asia Tenggara, sekitar 44 persen responden memiliki perhatian tentang perubahan iklim tetapi tidak tahu caranya, dan 31 persen merasa tindakan tersebut terlalu sulit untuk dilakukan.

Neneng mengatakan, tanggung jawab terhadap lingkungan menjadi salah satu fokus Grab, yang juga sejalan dengan kepedulian para pengguna.

Oleh karena itu, perusahaannya terus berkomitmen untuk bisa memberikan solusi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, salah satunya melalui pemanfaatan kendaraan listrik.

"Sejauh ini, antusiasmenya sangat besar dan berkat dukungan berbagai mitra dan juga Pemerintah, kami dapat terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya.

Menurut Neneng, Grab akan terus berkolaborasi dengan berbagai entitas lain yang memiliki tujuan yang sama dengan meluncurkan lebih banyak armada kendaraan listrik dan juga mengembangkan ekosistem pendukungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper