Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Minta Importir Tetap Beli Kedelai Meski Harga Mahal

Kemendag meminta importir tetap membeli kedelai meski harga mahal untuk menjaga keberlangsungan perajin tahu tempe di Indonesia.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  13:16 WIB
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai impor yang kini harganya naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.300 per kilogram di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Selasa (11/1/2022). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai impor yang kini harganya naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.300 per kilogram di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Selasa (11/1/2022). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memerintahkan importir untuk tetap membeli kedelai kendati harganya mahal demi menjaga keberlangsungan perajin tahu tempe di Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan menuturkan stok kedelai menjadi kunci utama dalam produksi makanan khas Indonesia yang satu ini. Oke akan terus memantau dan memastikan bahwa stok kedelai aman.

“Sementara ini yang harus kami pastikan adalah keberlangsungan usaha 150.000 perajin tahu tempe. Karena keberlangsungan usaha perajin tahu tempe ini adalah tersedianya bahan baku kedelai,” kata Oke, Senin (21/2/2022).

Dia membeberkan bahwa importir sempat akan menghentikan pengadaan kedelai. Namun, Oke memerintahkan importir untuk membeli meskipun harganya terbilang mahal.

“Saya sudah perintahkan belanja berapa pun, yang penting tersedia, jangan sampai 150.000 UMKM ini yang tergantung dari kedelai tidak mendapatkan barang,” lanjut Oke.

Oke meminta para perajin untuk tetap produksi tahu tempe meskipun harganya mahal. Dia meyakinkan para perajin dengan berjanji akan membantu sosialisasi terkait harga tahu tempe yang akan naik.

Pasalnya, sekarang harga kedelai sebesar Rp11.300 dan kemungkinan akan menyentuh harga Rp12.000 di tingkat perajin. Maka, harga tempe akan naik Rp300 dari Rp10.300 menjadi Rp10.600, sedangkan tahu naik dari Rp650 menjadi Rp700 per potong.

“Itu saya akan sosialisasikan ke masyarakat, supaya paham bahwa kedelai nasional tidak bisa memasok kebutuhan nasional yang sekarang mengimpor lebih dari 80-85 persen kedelai. Dari 3 juta ton itu adalah impor,” pungkasnya.

Sementara itu, Oke sudah mendapat jaminan dari importir bahwa pasokan kedelai sampai puasa dan lebaran akan terus lancar. Pemerintah saat ini masih mendiskusikan solusi agar perajin tahu tempe dapat menurunkan biaya produksi.

Pasokan kedelai yang dinilai aman pun turut dijamin oleh Hidayat, Direktur Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo). Dia mengatakan stok untuk Maret 2022 pun saat ini sudah ada, dan ke depannya juga akan terus aman.

“Stok aman untuk dua bulan [Februari-Maret 2022], untuk Ramadan dan Lebaran, stok datang di Maret 2022,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top