Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Airlangga Pertimbangkan Pemberian Insentif bagi Produk Seni Wayang

Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap seni wayang. Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertimbangkan pemberian insentif kepada UKM di bidang tersebut.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyatakan sedang mempertimbangkan pemberian insentif bagi produksi berbagai produk terkait seni wayang oleh pelaku usaha kecil dan mikro atau UKM.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai pertemuan dengan Persatuan Dalang Indonesia (Peradi). Pertemuan berlangsung dalam kunjungan kerjanya ke Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (19/2/2022).

Airlangga menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap seni wayang karena pertunjukannya terkendala. Gelaran yang berlangsung dalam durasi panjang dan melibatkan banyak orang sulit berlangsung ketika penularan Covid-19 terus terjadi.

Menurutnya, kendala di industri terkait seni wayang akibat pandemi Covid-19 adalah berkurangnya jumlah penanggap dan penonton wayang. Hal tersebut berimbas kepada sektor terkait seperti pengrajin wayang, pengrajin gamelan, hingga pelaku industri pariwisata.

"Pemerintah mempertimbangkan insentif bagi produksi berbagai produk terkait seni wayang oleh UKM. Jika protokol kesehatan bisa dijaga, pemerintah akan terus mendorong seni pertunjukkan ini berjalan terutama jika situasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat [PPKM] sampai dengan level 2," ujar Airlangga pada Minggu (20/2/2022).

Menurutnya, para dalang berharap terdapat kebijakan pemerintah yang berpihak terhadap kemajuan seni budaya, khususnya wayang. Airlangga lantas menyebut bahwa akan terdapat dorongan kepada Kemendikbud Ristek, karena pengembangan wayang memerlukan dukungan dari sisi pendidikan.

Airlangga mengatakan bahwa pertunjukan wayang dapat menyasar segmen yang lebih luas dengan melakukan berbagai strategi, mulai dari pertunjukan secara hybrid yakni langsung dan daring, serta publikasi yang lebih menarik.

"Dalam pertunjukkan wayang dibutuhkan kombinasi bahasa agar dapat populer di kalangan milenial. Selain menggunakan bahasa Jawa, juga dapat menggunakan bahasa Indonesia, agar membuat pertunjukan wayang menjadi lebih menarik," ujar Airlangga.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper