Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tersandung Manipulasi, Bank Dunia Siapkan Pengganti Peringkat Doing Business

Bank Dunia mencari masukan untuk proyek baru, yakni Business Enabling Environment. Proyek ini akan menggantikan peringkat kemudahan berusaha yang syarat skandal.
Logo Bank Dunia/Ilustrasi
Logo Bank Dunia/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia atau World Bank mulai menyusun pendekatan baru dalam mengukur iklim investasi dan bisnis setelah menghapus audit Ease Doing Business karena temuan kasus manipulasi.

Dilansir Bloomberg pada Jumat (11/2/2022), pemberi pinjaman yang berbasis di Washington D.C., ini sedang mencari masukan untuk proyek baru, yakni Business Enabling Environment atau Lingkungan yang Mendukung Bisnis.

World Bank sedang mempertimbangkan pandangan para ahli dan pegawai pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat sipil, kata Bank Dunia di situs webnya. Proyek ini akan dipimpin oleh kelompok yang sama yang membuat laporan Doing Business.

Sejumlah perubahan yang akan dilakukan di antaranya adalah mengevaluasi lingkungan bisnis dari sudut pandang sektor swasta, tidak hanya dari satuan perusahaan.

Hal itu termasuk penyediaan layanan publik dalam perekonomian, bukan hanya beban regulasi semata. Selain itu, penilaian juga harus didasarkan pada implementasi praktis peraturan, bukan hanya peraturan tertulis.

\"Pengumpulan data dan pelaporan proses akan diatur dengan standar setinggi-tingginya,\" kata World Bank dalam sebuah catatan.

Lembaga yang berbasis di Washington ini menargetkan penyusunan kajian tersebut akan selesai pada akhir Maret, dengan target merilis laporan lengkap pertama pada akhir musim gugur 2023.

Seperti diketahui, World Bank telah menghapuskan laporan Doing Business pada akhir September lalu.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya kajian dari pihak ekternal yang menuduh Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva yang menekan staf World Bank untuk meningkatkan posisi China pada laporan 2018 ketika dia masih menjabat orang nomor 2 di Bank Dunia.

Georgiva secara konsisten mengelak tuduhan tersebut. Dewan IMF memutuskan untuk tidak mencabut jabatannya karena bukti yang ditemukan tidak mendemonstrasikan secara meyakinkan bahwa Georgiva memainkan peran yang melanggar tersebut.

Skandal ini telah mengguncang IMF dan World Bank pada tahun lalu. Lembaga ini juga telah menunjuk panel independen dari eksternal yang dipimpin oleh mantan Presiden Bundesbank Jens Weidmann untuk memperkuat keamanan institusi.

Laporan Doing Business memainkan peran penting di pasar negara berkembang sebagai untuk mempromosikan daya tarik kepada investor asing.

Namun, integritas dari pemeringkat ini justru telah menjadi sumber perdebatan sengit dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya ditandai dengan berhentinya Paul Romer sebagai Kepala Ekonom Bank Dunia pada 2018 setelah mempertanyakan perubahan urutan Chili dalam laporan tersebut.

Adapun proposal yang baru akan menghindari keriuhan seputar peringkat yang melanda pendahulunya. Pengelompokan indikator untuk menghasilkan skor agregat juga belum ditentukan.

Hal itu bisa membuka perdebatan yang mengganggu pendahulunya, kata Justin Sandefur, seorang rekan senior Center for Global Development dan seorang peserta dalam panel yang mengulas Doing Business tahun lalu.

\"Ini bukan super kategoris atau komitmen tentang tidak menggunakan indeks atau skor agregat. Sepertinya ini masih belum ditentukan,\" kata Sandefur.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Editor : Edi Suwiknyo

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper