Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah Setengah Jalan Lebih, Tol Semarang-Demak Seksi 2 Rampung Tahun Ini

Pemerintah menargetkan mampu menyelesaikan Tol Semarang–Demak Seksi 2 Sayung–Demak sepanjang 16,31 kilometer (km) pada akhir tahun ini.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Februari 2022  |  22:09 WIB
Trase Tol Semarang-Demak. - Istimewa
Trase Tol Semarang-Demak. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan mampu menyelesaikan Tol Semarang–Demak Seksi 2 Sayung–Demak sepanjang 16,31 kilometer (km) pada akhir tahun ini.

Tol Semarang–Demak sendiri memiliki total panjang 26,7 km dan dibagi menjadi dua Seksi, yakni Seksi 1 Semarang/Kaligawe–Sayung sejauh 10,39 km yang menjadi porsi pemerintah, serta Seksi 2 Sayung–Demak 16,31 km dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono mengatakan, Tol Semarang–Demak Seksi 1 yang merupakan porsi pemerintah baru saja dilakukan penandatangan kontrak.

Saat ini, Seksi 1 Semarang–Sayung sudah selesai lelang dini paket pekerjaan 2022, dan akan dimulai konstruksinya pada tahun ini agar bisa selesai di November 2024.

“Untuk Seksi 2, saat ini progress pembangunannya mencapai 66 persen, dan rencananya akan selesai di akhir tahun ini, sehingga dapat menyusul untuk segera dioperasikan dan digunakan oleh masyarakat,” ujarnya dikutip dari laman BPJT, Minggu (6/2/2022).

Kemudian Pembangunan Seksi 2 dilaksanakan oleh PTPP-WIKA konsorsium Maratama-Studi Teknik (KSO) dan Konsultan Supervisi PT Virama Karya (Persero).

Secara teknis, Tol Semarang–Demak Seksi 2 rencananya memiliki dua Simpang Susun (SS), yaitu SS Sayung dan SS Demak. Arah pelebaran pada tol tersebut adalah pelebaran ke dalam yang memiliki 2x2 lajur awal dan 2x3 lajur akhir.

Triono menjelaskan, ada dua hal penting yang menjadi tujuan pembangunan Tol Semarang–Demak yakni untuk melengkapi jaringan tol dan ruas utama di sisi utara Pulau Jawa.

“Jadi nantinya dari Semarang menuju Surabaya tidak harus melalui sisi tengah, yaitu Solo. Kemudian yang kedua, tol ini juga difungsikan sebagai penahan banjir rob, serta mengatasi banjir dan genangan air yang selama ini menjadi permasalahan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Tol Semarang–Demak merupakan tol pertama di Indonesia yang dibangun terintegrasi dengan tanggul laut. Tol itu juga menggunakan sistem polder, yaitu adanya 2 buah kolam retensi (Kolam Retensi Terboyo, dan Kolam Retensi Sriwulan).

Dibangunnya Tol Semarang–Demak menjadi pendukung dalam peningkatan konektivitas di wilayah Jawa Tengah bagian utara, sekaligus menjadi penghubung kawasan strategis, seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata religi, khususnya di wilayah Demak.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelumnya mengatakan, tol tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan di kawasan Kaligawe dan Bandara Ahmad Yani.

“Keberadaan Tol Semarang–Demak yang terintegrasi dengan tanggul akan memperkuat daya tahan Semarang bagian utara dalam menghadapi banjir rob,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjt tol semarang-demak
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top