Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didemo Masyarakat, Pertamina Rosneft Klaim Libatkan 1.220 Pekerja Lokal di Proyek GRR Tuban

PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia mengklaim telah melibatkan 1.220 pekerja lokal untuk menggarap proyek strategis nasional Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 29 Januari 2022  |  11:32 WIB
Lokasi pembangunan proyek GRR Tuban. - Pertamina
Lokasi pembangunan proyek GRR Tuban. - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia mengklaim telah melibatkan 1.220 pekerja lokal untuk menggarap proyek strategis nasional Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Kadek Ambara Jaya, Direktur Utama Pertamina Rosneft, mengatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen tinggi dalam menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Tuban melalui proyek GRR Tuban.

Menurutnya, komitmen Pertamina Rosneft dalam memberdayakan tenaga kerja lokal di area Tuban telah dilakukan sejak tahap pembersihan lahan atau land clearing.

“Total ada 1.220 pekerja lokal yang diberdayakan sejak tahapan land clearing I hingga IV. Tenaga lokal ini berasal dari desa-desa ring 1 di area GRR Tuban, termasuk Wadung, Rawasan, Mentoso, Sumurgeneng, dan Kaliuntu,” katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (29/1/2022).

Selain melakukan pemberdayaan tenaga lokal, kata dia, perusahaan memastikan proyek GRR Tuban telah dijalankan selaras dengan program tanggung jawab sosial lingkungan.

Pada 2019–2011, lanjutnya, Pertamina Rosneft telah menggelontorkan Rp23 miliar untuk tanggung jawab sosial lingkungan GRR Tuban.

Dana tersebut digunakan untuk sejumlah program sosial, seperti beasiswa D3 Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu bagi para siswa bertalenta di area Tuban.

“Tahun ini penerima beasiswa kami telah memasuki tahap akhir studinya. Artinya, program kami dirancang berkelanjutan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Adapun proyek GRR Tuban memiliki target serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 27.85 persen. Komponennya antara lain penyerapan tenaga kerja lokal saat proyek berlangsung, setelah proyek berlangsung, hingga barang dan jasa dalam negeri yang berkualitas. 

“Bahkan, proyek GRR Tuban akan turut serta menggunakan bahan baku lokal dalam proses konstruksinya. Untuk menjamin kualitas TKDN, kami menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam melaksanakan vendor assessment proyek agar benar-benar memenuhi nilai TKDN dalam pengadaan barang yang akan diserap dalam konstruksi GRR Tuban,” imbuhnya.

Kilang GRR Tuban sendiri diproyeksikan menjadi salah satu kilang terbesar Indonesia dan menghasilkan produk bahan bakar minyak (BBM) berkualitas, seperti gasoline, diesel, dan avtur hingga 229.000 barrel per hari.

Seperti diketahui, warga yang berada di ring 1 Kilang Tuban menuntut lapangan pekerjaan yang sebelumnya dijanjikan dalam proyek itu. Setidaknya terdapat 100 warga yang melakukan aksi unjuk rasa menuntut Pertamina agar memenuhi janji tersebut.

Aksi tersebut dilakukan warga Desa Wadung dan Sumurgeneng yang kini mengaku telah mengalami kebangkrutan, dan tengah susah mencari pekerjaan karena dana ganti rugi lahan telah habis. Mereka juga mengaku tak lagi memiliki sawah yang dulu menjadi sumber mata pencarian masyarakat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina Kilang Tuban
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top