Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenhub Batasi Operasional Kendaraan Barang setelah Kecelakaan Truk di Balikpapan

Pasca-kecelakaan maut truk tronton di Simpang Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bakal melakukan pembatasan operasional kendaraan barang.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  08:37 WIB
Kemenhub Batasi Operasional Kendaraan Barang setelah Kecelakaan Truk di Balikpapan
Lokasi terjadinya kecelakaan truk yang menabrak kendaraan di lampu merah Balikpapan. - Istimewa/Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pasca-kecelakaan maut truk tronton di Simpang Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bakal melakukan pembatasan operasional kendaraan barang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pembatasan tersebut akan dilakukan pada pukul 22.00 hingga 05.00 yang mengacu pada peraturan Wali Kota Balikpapan.

“Kondisi jalan dengan elevasi kurang lebih 10 persen memang kurang baik untuk turunan panjang, kondisi ini sama seperti di Kertek, Wonosobo, dan Bumiayu. Maka, perlu dilakukan langkah mitigasi perbaikan, seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang,” kata Budi, Minggu (23/1/2022).

Menurutnya, perlu ada langkah mitigasi dalam menyikapi kejadian kecelakaan truk tronton yang mengangkut kontainer. Terpenting, adalah mitigasi untuk penanganan selanjutnya seperti apa.

Budi mengaku akan mengadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga dan Kementerian PUPR terkait dengan perubahan rekayasa yang akan dilakukan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Jangka pendek, yaitu dengan pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan, dan jangka panjang yaitu usulan pembangunan fly over dari APBD Provinsi,” ucapnya.

Dia juga memastikan akan melakukan manajemen kecepatan pada ruas jalan terdampak, dan mengevaluasi terkait perlunya jalur khusus angkutan barang, terutama pada wilayah-wilayah yang rawan kecelakaan.

Dengan adanya kejadian tersebut, Budi juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, khususnya angkutan barang untuk lebih mengutamakan aspek keselamatan.

Insiden maut tersebut menjadi pembelajaran yang serius bagi setiap pelaku usaha untuk mengedepankan aspek keselamatan saat berkendara.

“Uji KIR wajib dilakukan melalui pemerintah daerah setempat agar dapat memastikan bahwa kendaraan yang digunakan layak, aman, dan selamat,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa akan terus berkoordinasi dengan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang saat ini menginvestigasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Angkutan Barang
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top