Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Proyek Infrastruktur Tak Terealisasi, Investasi Ketenagalistrikan 2021 Melorot

Banyaknya proyek infrastruktur yang tak tercapai pada tahun lalu berimbas kepada capaian investasi di sektor ketenagalistrikan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  15:40 WIB
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. - Kementerian ESDM
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. - Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA – Banyaknya proyek infrastruktur yang tak tercapai pada tahun lalu berimbas kepada capaian investasi di sektor ketenagalistrikan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan sampai dengan November 2021 baru mencapai US$5,01 miliar. Jumlah tersebut baru 51 persen dari target 2021 yang dipatok senilai US$9,91 miliar.

Prognosis capaian investasi sampai dengan akhir 2021 pun dipatok hanya akan mencapai US$6,75 miliar, atau 64 persen dari target. Jumlah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan capain tahun sebelumnya yang mencapai US$7,6 miliar.

“Dampak Covid-19 yang pengaruhi konstruksi, dan kita masih gunakan sumber daya manusia dari luar negeri, pembangunan transmisi menyesuaikan COD pembangkit, sehingga harus rescheduling,” katanya, Selasa (18/1/2022).

Meski begitu, Rida menyebut, terdapat sejumlah target pada tahun lalu yang masih bisa dicapai, yakni persentase TKDN yang telah mencapai 34 persen atau 100 persen dari target, penurunan emisi CO2 pembangkit listrik sebesar 10,37 juta ton atau sekitar 210,8 persen dari target 4,92 juta ton.

Selain itu, pengembangan smart grid pada tahun lalu juga mencapai 6 lokasi, atau 120 persen dari target sebanyak 5 lokasi per tahun. Selain itu, susut jaringan tenaga listrik pada 2021 berada pada level 9,01 persen, atau sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Rida juga menyampaikan, penambahan pembangkit listrik sepanjang tahun lalu hanya mencapai 1.901,74 megawatt (MW), atau hanya 30,7 persen dari target yang dicanangkan, yakni 6.187,91 MW.

Capaian tersebut bahkan masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya sebesar 3.072,05 MW.

Sementara itu, untuk penambahan gardu induk (GI) di sepanjang 2021 tercatat 7.731 mega volt ampere (MVA), atau 91,4 persen dari target 2021 yang dipatok 8.460 MVA. Capaian itu pun lebih rendah dari tahun lalu, yakni sebesar 8.690 MVA.

Kemudian penambahan gardu distribusi di sepanjang 2021 tercatat sebesar 2.775,42 MVA, atau 91,8 persen dari target 3.022 MVA. Jumlah itu mengalami pertumbuhan dari realisasi tahun sebelumnya, sebesar 2.506,52 MVA.

Kinerja penambahan transmisi listrik pada tahun lalu pun tercatat hanya mencapai 80,2 persen dari target sebesar 4.765,9 kilometer sirkuit (KMS) dengan realisasi 3.820,61 kms, lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian 2020 sebanyak 2.594,12 kms.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kementerian esdm kelistrikan
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top