Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anak Usaha PTPN III Produksi Minyak Goreng Murah, Erick: Sesuai Arahan Jokowi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan langkah itu diambil untuk ikut berkontribusi menekan tren kenaikan harga minyak goreng seiring siklus komoditas selama pandemi ini.
Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket GS, Mal Boxies123, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021). /Antara Foto-Arif Firmansyah-tom.rn
Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket GS, Mal Boxies123, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021). /Antara Foto-Arif Firmansyah-tom.rn

Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Industri Nabati Lestari (INL) baka memproduksi minyak goreng ekonomis yang dipatok dengan harga Rp14.000 per liter pada tahun ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan langkah itu diambil untuk ikut berkontribusi menekan tren kenaikan harga minyak goreng seiring siklus komoditas selama pandemi ini.

“Sesuai yang sudah diarahkan bapak presiden makanya Kementerian BUMN dan PTPN melakukan operasi pasar tambahan yang di mana dari target 1,2 juta liter kita juga akan kontribusi sebagian dari itu, tapi produk mereknya berbeda nanti," kata Erick melalui siaran pers dikutip Minggu (9/1/2022).

Erick menuturkan INL tengah mengembangkan produksi turunan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Dia mengatakan kemasan sederhana INL baru dikembangkan saat harga minyak goreng melambung tahun lalu.

"Kita pakai brand INL karena ini khusus brand ekonomis (value for money)," tuturnya.

Nantinya, dia memastikan, harga minyak goreng INL dipatok sebesar Rp14.000 per liter yang tersedia dalam dua kemasan yakni 450 ml dan 900 ml. Menurut dia, BUMN mesti memanfaatkan momentum dengan mulai mengenalkan kemasan sederhana untuk pasar tradisional.

"Untuk sementara akan beredar di wilayah Medan dan Sumatera Utara dulu," tuturnya.

BUMN telah memiliki tiga produk minyak dengan segmentasi berbeda yakni Nusakita 100 persen price index dari market leader (bimoli), Salvaco (92-95 persen price index bimoli), dan kemasan sederhana INL 88 sampai 90 persen price index market leader atau bimoli.

"Kapasitas mesin pengemas baru mulai kita investasi tahun ini dan akan berkembang terus sampai 2023," tuturnya.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan harga minyak goreng masih terus merangkak naik pada Kamis (7/1/2022). Minyak goreng jenis curah naik 0,27 persen atau Rp50 menjadi Rp18.600 per kg. Harga tertinggi tercatat Rp22.250 per kg di Maluku Utara dan Rp22.000 per kg di Gorontalo.

Kemudian, minyak goreng bermerek 1 dan minyak goreng bermerek 2 kompak naik sebesar masing-masing 0,24 persen dan 0,25 persen menjadi Rp20.800 per kg dan Rp20.300 per kg. Untuk minyak goreng bermerek 1, harga tertinggi tercatat muncul di Gorontalo Rp28.550 per kg dan Sorong Rp24.000 per kg.

Adapun, harga tertinggi untuk minyak goreng bermerek 2 ditemukan di Gorontalo Rp28.600 per kg dan Maluku Utara Rp23.000 per kg.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper