Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Epidemiolog Sarankan Pemerintah Tak Batasi Pergerakan Saat Nataru

Saran ini didasarkan pada survei serologi DKI Jakarta, pada Agustus 2021 lalu yang menunjukkan kekebalan atau imunitas masyarakat sudah mencapai 70 persen dan kini bahkan diperkirakan telah 90 persen.
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono. /Bisnis.com-Janlika
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono. /Bisnis.com-Janlika

Bisnis.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengungkapkan telah menyampaikan kepada pemerintah supaya tidak membatasi pergerakan masyarakat pada libur Natal dan tahun baru dengan PPKM Level 3.

“Saya usulkan jangan dibatasi, jangan pakai PPKM Level 3. Saya bilang masyarakat boleh pergi liburan, asal sudah divaksin dua kali, asal statusnya negatif Covid-19,” ujarnya dalam diskusi daring, Kamis (23/12/2021).

Dia pun menuturkan alasannya untuk tidak menerapkan PPKM Level 3. Salah satunya karena merujuk pada survei serologi DKI Jakarta, pada Agustus 2021 lalu, kekebalan atau imunitas masyarakat sudah mencapai 70 persen dan kini bahkan diperkirakan telah 90 persen. Kekebalan terbentuk karena lebih dari 40 persen masyarakat telah memperoleh vaksin dosis kedua.

Dia menilai dengan kondisi tersebut, mobilisasi masyarakat tak mungkin dibatasi karena menjadi makhluk yang selalu bergerak.

Berkaca pada liburan-liburan panjang sebelumnya, seperti saat Idul Fitri dan tahun baru 2020, Pandu menyatakan pemerintah hanya perlu mengedukasi masyarakat untuk tidak berkerumun dan tetap menggunakan masker.

“Tahun lalu kan [peningkatan kasus Covid-19] itu klaster keluarga, klaster ibadah, klaster merayakan tahu baru. Kalau itu dilakukan [dibatasi], enggak akan terjadi lonjakan. Memang menghadapi pandemi tidak terlalu sulit. tapi implementasinya seperti mendidik penduduk pakai masker itu saja yang susah,” imbuhnya.

Pandu pun menyebut mutasi virus Corona ini bukan bagian dari varian Delta yang tingkat fatalitasnya sangat tinggi. Berdasarkan penelitian di beberapa negara yang telah mengonfirmasi kasus Omicron, tidak ada lonjakan kematian akibat infeksi kasus tersebut. Sedangkan kematian yang dilaporkan di Inggris itu adalah belum divaksinasi.

Meski demikian, munculnya varian Omicron bukan berarti diabaikan. Pandu Riono mengatakan pemerintah harus tetap melakukan pencegahan dengan peningkatan jumlah vaksinasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper