Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buyback Saham di AS Naik Dua Kali Lipat

Pembelian kembali saham untuk perusahaan S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa sebesar US$234,6 miliar, menurut data awal yang dirilis Indeks S&P Dow Jones pada Selasa (21/12/2021) waktu AS.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  17:11 WIB
Buyback Saham di AS Naik Dua Kali Lipat
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas buyback saham naik dua kali lipat di antara perusahaan Amerika Serikat pada kuartal III/2021 sehingga mengerdilkan belanja modal atau capex yang menjadi kunci dalam pertumbuhan.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (22/12/2021), pembelian kembali saham untuk perusahaan S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa sebesar US$234,6 miliar, menurut data awal yang dirilis Indeks S&P Dow Jones pada Selasa.

Sementara itu, belanja modal meningkat 21 persen menjadi US$189 miliar, masih turun 3 persen dari kuartal terakhir pada 2019 sebelum pandemi mematikan ekonomi.

Apple Inc., beserta induk usaha Google, Alphabet Inc., dan Meta Platforms Inc., (dulu Facebook), menjadi pembeli terbesar dari sahamnya sendiri pada kuartal III/2021 dengan total pembelian US$48,1 miliar, menurut Indek S&P Dow Jones.

Acuan tersebut juga menyebutkan bahwa total pembelian kembali melampaui rekor sebelumnya sebesar US$223 miliar pada kuartal IV/2018.

"Mengajukan pinjaman bagi perusahaan tidak lagi mahal sekarang, sehingga pembiayaan belanja modal sudah diduga. Tetapi perkiraan itu masih belum terwujud," terang Analis Indeks Senior S&P Dow Jones Indices Howard Silverblatt.

Menurutnya, pandemi menjadi salah satu alasan yang menghambat belanja modal karena pergeseran permintaan konsumen telah memicu banyak ketidakpastian bagi bisnis dan menyulitkan perusahaan untuk membuat rencana ke depan.

Idealnya, perusahaan cenderung meningkatkan pengeluaran pada pabrik, peralatan, dan barang modal seiring dengan optimisme pertumbuhan keuangannya dan juga dari kacamata ekonomi.

Namun, ketidakpastian prospek ekonomi membuat buyback menjadi cara bagi pelaku usaha untuk mengembalikan uang kepada para pemegang saham dan telah membantu mendorong indeks saham AS naik ke sejumlah rekor tahun ini.

Pasar saham juga diuntungkan dari dukungan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh Federal Reserve dalam menghadapi pandemi.

Kendati buyback meningkat, investasi modal yang kuat masih akan menjadi kunci pemulihan ekonomi jangka panjang setelah dorongan belanja dari pembukaan kembali bisnis dan penghapusan stimulus fiskal.

The Fed berencana untuk mempercepat proses penghentian program stimulus pembelian obligasi. Bank sentral AS juga telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada tahun depan, yang dapat mempersulit perusahaan mengajukan pinjaman murah atau membiayai kembali utang yang lebih mahal.

"Melakukan perencanaan ke depan sulit bagi perusahaan karena mereka tidak yakin dengan struktur pajak mereka,” tambah Silverblatt.

Namun, dia yakin belanja konsumen yang terus tumbuh akan meningkatkan permintaan yang diikuti dengan produksi sehingga belanja modal juga terkerek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Buyback bursa as bursa saham

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top