Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tagar Boikot JNE, Mitra Minta Maaf Soal Lowongan Kerja Diskriminatif

Mitra JNE meminta maaf soal lowongan kerja diskriminatif yang menjadi trending topic Twitter dalam tagar Boikot JNE.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  14:49 WIB
Kantor JNE - Istimewa
Kantor JNE - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - CV Bangun Banua Lestari, mitra dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE, membuat surat permohonan maaf terkait dengan pamflet lowongan kerja yang diskriminatif dalam tagar Boikot JNE.

Dalam salinan surat yang beredar di media sosial, Selasa (7/12/2021), Alifia Shafira, pihak yang bertanggung jawab atas pemberitahuan lowongan kerja tersebut menegaskan bahwa segala hal yang berkaitan dengan proses perekrutan tidak ada sangkut pautnya dengan JNE.

"Sehubungan dengan tindak kesalahan yang saya lakukan atas pemberitahuan lowongan kerja, yakni menyatakan unsur agama pada kriteria karyawan yang kami perlukan," tulisnya.

Dalam surat tersebut, Alifia juga tidak lupa menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Barito Timur, Kalimantan Tengah. Pasalnya, pembukaan lowongan kerja tersebut ditujukan bagi kurir motor di wilayah Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.

Dia menjelaskan, ramainya komentar negatif warganet yang menilai lowongan kerja tersebut diskriminatif dikarenakan adanya miskomunikasi dan tidak adanya koordinasi dengan tim terkait atau tim JNE pusat. Maksud dan tujuan dari lowongan pekerjaan tersebut tidak ada unsur diskriminatif seperti yang dituduhkan.

Tagar Boikot JNE yang sudah dicuitkan netizen hingga lebih dari 2.400 twit dan menjadi trending topic di Twitter.

Tagar Boikot JNE tersebut berawal dari unggahan informasi lowongan kerja dari mitra JNE, yakni CV Bangun Banua Lestari untuk posisi kurir motor di Tamiang Layang, Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Sekilas tidak ada yang janggal pada lowongan kerja tersebut sampai pada persyaratan kedua, yakni pelamar diwajibkan beragama Islam. Sontak, persyaratan tersebut langsung menuai pro dan kontra dari warganet.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jne
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top