Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Tembakau Berharap Kenaikan CHT 2022 Single Digit

APTI berharap kenaikan cukai dipertimbangkan secara realistis.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  06:08 WIB
Petani Tembakau Berharap Kenaikan CHT 2022 Single Digit
Pekerja menunjukkan rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), Megawon, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/12/2020). ANTARA FOTO - Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan secara matang terkait dengan besaran tarif cukai hasil tembakau pada 2022.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno mengatakan kenaikan tarif hasil cukai tembakau (CHT) akan berdampak secara langsung pada petani tembakau, cengkih, serta pekerja di industri tersebut. Dia berharap, jika ada kenaikan cukai, sebaiknya dipertimbangkan secara realistis.

“Dari APTI, kalau toh ada kenaikan sebaiknya kongruen dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi alias single digit,” katanya, Senin (6/12/2021).

Soeseno juga menyampaikan, nasib petani dan pekerja sigaret kretek tangan (SKT) akan terpuruk dengan adanya kenaikan tarif cukai SKT.

Rencana kenaikan tarif cukai SKT dinilai memberatkan petani karena serapan bahan baku SKT cukup besar dari tembakau dan cengkih lokal.

Secara terpisah, Akademisi Institut Pertanian Bogor Prima Gandhi mengatakan bahwa dari perspektif konsumen dan produsen, kenaikan tarif CHT sebaiknya jangan terlalu tinggi. "Menurut saya kenaikan CHT di atas 10 persen tidak tepat,” katanya.

Alasannya, kata dia, bagi industri dan tenaga kerja, kenaikan tarif CHT akan membuat beban semakin berat, terutama bagi pekerja industri hasil tembakau dan petani tembakau serta cengkih.

Dia mengatakan, komponen besar dalam industri hasil tembakau adalah tenaga kerja, modal, dan bahan baku. Hal-hal ini dapat terdampak apabila tarif CHT pada 2022 dinaikkan.

“Bahan bakunya kan tembakau dan cengkih. Pasti itu yang akan ditekan ketika ada kenaikan tarif cukai tinggi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cukai hasil tembakau
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top