Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taksi Terbang EHang 216 Belum Diizinkan Beroperasi, Ini Alasannya

Taksi terbang EHang 216 belum diizinkan beroperasi oleh Kemenhub karena sejumlah alasan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  12:43 WIB
Wujud taksi terbang EHang 216 yang dioperasikan oleh PT Prestisius Aviasi Indonesia. -  Dok. EHang Indonesia
Wujud taksi terbang EHang 216 yang dioperasikan oleh PT Prestisius Aviasi Indonesia. - Dok. EHang Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut taksi terbang EHang 216 yang telah melakukan uji coba belum diizinkan untuk beroperasi karena masih harus memenuhi ketentuan.

Kepala Sub Direktorat Sertifikasi Pesawat Udara DKPPU Kemenhub Agustinus Budi Hartono mengatakan demo flight EHang 216 telah dilakukan oleh PT Prestisius Aviasi Indonesia.

"Walaupun telah melaksanakan demo flight, EHang 216 tidak secara otomatis diizinkan untuk melakukan penerbangan secara komersial," katanya, Rabu (29/22/2021).

Dia menambahkan hal ini berkaitan dengan masih adanya beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, sesuai regulasi yang ada, sebelum drone tersebut dapat dioperasikan secara komersial.

Selain itu, lanjutnya, masih ada hal teknis lainnya yang harus dipenuhi oleh Pabrikan Pesawat Ehang 216. Kemenhub sangat memperhatikan masalah keamanan dan kelaikudaraannya.

Dia menjelaskan demo flight tersebut dilaksanakan setelah Kemenhub melakukan assessment selama 8 bulan terhadap pesawat tersebut, personil yang mengoperasikan, dan lokasi yang digunakan.

Hasil assessment tersebut menjadi rekomendasi kepada operator untuk pelaksanaan demo flight tersebut.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu EHang 216 telah sukses melaksanakan demo flight di di Pantai Tegal Besar Klungkung, Bali. Dilansir dari laman resminya, EHang 216 sebagai Autonomous Aerial Vehicle (AAV) dengan teknologi otomatisasi yang dapat menampung dua penumpang.

EHang 216 juga bisa melakukan vertical take-off and landing (VTOL). Nantinya bisa mengantar penumpang di area perkotaan dengan memanfaatkan jaringan internet 4G dan 5G dan dikendalikan oleh pilot di darat.

Drone tersebut mampu mengangkat beban hingga 220 kilogram dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 130 km/jam dengan ukuran lebar pesawat 5,6 meter, tinggi 1,7 meter, dan dibekali 16 baling-baling yang terletak pada 8 lengan yang dapat dilipat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Drone
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top