Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menperin: Insentif Industri Hijau Mengacu ke Perpres NEK

Kementerian Perindustrian juga tengah menghitung industri yang masih banyak menghasilkan emisi untuk menerapkan kebijakan ini secara bertahap.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 November 2021  |  14:53 WIB
Menperin: Insentif Industri Hijau Mengacu ke Perpres NEK
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan saat Bisnis Indonesia Award (BIA) 2021 di Jakarta, Rabu (15/9/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penyusunan insentif bagi industri yang menerapkan prinsip keberlanjutan akan mengacu pada Peraturan Presiden No.98/2021 tentang penyelenggaraan nilai ekonomi karbon (NEK).

Dalam beleid tersebut, Kementerian Perindustrian bertugas untuk menetapkan standar industri yang berkelanjutan, untuk kemudian dijadikan dasar pengenaan insentif.

"Kemenperin mendapat tugas untuk menetapkan standar dari emisi karbon di masing-masing subsektor, bahkan di masing-masing produk. Dengan standar ini kami harapkan para pelaku industri bisa menyesuaikan," katanya di Kementerian Perindustrian, Selasa (30/11/2021).

Namun demikian, Agus masih enggan menyebutkan bentuk insentif yang akan diberikan kepada industri hijau. Dia mengatakan penyusunan standar di setiap subsektor maupun produk akan berbeda sehingga memengaruhi perhitungan atau bentuk insentif.

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, juga tengah menghitung industri yang masih banyak menghasilkan emisi untuk menerapkan kebijakan ini secara bertahap.

"Semua sektor harus mendukung untuk mengurangi karbon emisi. Insentif bisa diberikan secara bertahap tergantung dengan kemampuan fiskal [pemerintah], tapi kami akan berhitung industri-industri yang masih sampai saat ini menghasilkan karbon emisi yang tinggi," ujarnya.

Agus juga menyebut kurang insentif baik fiskal maupun nonfiskal merupakan satu dari sekian banyak tantangan penerapan industri hijau. Mahalnya biaya peralihan peralatan dan fabrikasi industri, diakuinya menyebabkan pelaku industri menahan belanja modal untuk permesinan yang mendorong efisiensi penggunaan energi dan pemangkasan buangan limbah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri menperin emisi karbon
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top