Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Ban ke Mesir Bebas BMAD, Tapi Ada Kendala Kirim Barang

Mesir merupakan pasar yang ketat untuk produk ban. Dia mencatat sejumlah produsen ban memperebutkan pasar negara tersebut, di antaranya adalah India, China, dan Turki.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 28 November 2021  |  21:04 WIB
Ekspor Ban ke Mesir Bebas BMAD, Tapi Ada Kendala Kirim Barang
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha menilai ekspor produk ban Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terlepas dari bebasnya komoditas tersebut dari pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) di Mesir.

Ekspor masih sulit karena jadwal pengapalan masih belum menentu, padahal 72 persen produksi ban nasional pasarnya ekspor,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Azis Pane, Minggu (28/11/2021).

Azis juga mengatakan bahwa Mesir merupakan pasar yang ketat untuk produk ban. Dia mencatat sejumlah produsen ban memperebutkan pasar negara tersebut, di antaranya adalah India, China, dan Turki.

“Mesir ini pasar yang besar, tetapi pemainnya juga banyak,” kata dia.

Azis juga mengeluhkan soal risiko masuknya ban-ban dari luar negeri secara ilegal ke Indonesia. Dia menemukan sejumlah bukti masuknya ban-ban ilegal yang dikirim dengan kapal ukuran kecil melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.

“Kami ada bukti-buktinya dan berharap ada tindak lanjut. Kalau tidak makin tertekan kinerja industri ban,” kata Azis.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan akses pasar produk ekspor Indonesia tetap tidak akan lepas dari kebijakan negara tujuan. Dia memberikan contoh pada produk furnitur Indonesia yang menikmati pasar Amerika Serikat, ketika pada saat yang sama negara tersebut memberlakukan bea masuk antidumping untuk furnitur asal China.

“Dampaknya, produk furnitur dari Indonesia meningkat di pasar Amerika Serikat,” kata Josua.

Peningkatan ini juga berpeluang diperoleh Indonesia pada produk-produk lain yang terbebas trade remedies, selama negara pesaing masih diganjar bea masuk tambahan atau ketika kebijakan tersebut berlanjut pada 2022.

“Lolosnya produk besi dan baja serta otomotif di pasar India dan Filipina kami nilai dapat menjadi momentum bagi produk-produk tersebut meningkatkan ekspornya ke negara itu karena secara relatif, produk dari Indonesia akan menjadi lebih murah dibandingkan produk dari negara lain,” kata Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor industri ban
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top