Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Progres LRT Jabodebek Sudah Capai 88,1 Persen

Progres pembangunan LRT Jabodebek dilaporkan sudah mencapai 88,1 persen.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 17 November 2021  |  19:59 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.  - Antara/PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. - Antara/PT KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Progres pembangunan LRT Jabodebek disebut sudah mencapai 88,1 persen. Dengan begitu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menargetkan moda transportasi publik tersebut akan beroperasi secara komersial pada 17 Agustus 2022 atau tepat di momentum HUT Kemerdekaan RI tahun depan.

"Target operasi dari proyek ini adalah pada 17 Agustus tahun depan. Insya Allah bersamaan dengan Hari Kemerdekaan, proyek ini sudah bisa melakukan commercial operation," ujar Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata dalam acara Public Expose virtual, Rabu (17/11/2021).

Pundjung menyebut progres pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 88,1 persen. Capaian itu mencakup pekerjaan sipil dan struktur lintasan yang telah rampung. Pun dengan pengerjaan track dan pemasangan rel.

Dia memerinci, pembangunan LRT Jabodebek tahap I terdiri dari beberapa lintasan, yakni rute Cawang-Cibubur, rute Cawang-Dukuh Atas, serta rute Cawang-Bekasi Timur. Nantinya, LRT Jabodebek akan memiliki 18 titik stasiun pemberhentian.

"Pengerjaan track dan pemasangan lintasan kami selesaikan dan kami sedang lakukan testing," sebutnya.

Sebagai informasi, pembangunan LRT Jabodebek ini sebenarnya banyak menemui kendala. Awalnya, pembangunan dan operasionalnya ditargetkan selesai pada 2020. Namun karena banyak kendala seperti pembebasan lahan dan adanya pandemi Covid-19 membuat pengerjaan LRT ini molor.

Tak berhenti di situ, akhir Oktober lalu tepatnya pada Senin (25/10/2021), LRT Jabodebek juga mengalami tabrakan dan menyebabkan 4 trainset rusak parah.

PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka selaku produsen dan pelaksana uji coba operasi rangkaian LRT Jabodebek buka suara terkait tabrakan tersebut.

Direktur Utama Inka Budi Noviantoro menjelaskan bahwa tabrakan LRT Jabodebek itu terjadi pada rangkaian kereta atau trainset 20 dengan 29 di jalur antara Stasiun Ciracas, Harjamukti dan Cibubur Jakarta Timur saat proses pengujian sebelum nantinya akan diuji tim Direktorat Jendral Perkeretaapian Kemenhub.

Sementara itu Senior Manager PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT Inka (Persero) Bambang Ramadhiarto mengatakan saat ini keseluruhan trainset LRT Jabodebek yang rusak telah dikirimkan ke kantor pusat di Madiun untuk diperiksa komponen mana yang rusak.

Nantinya, kata Bambang, rangkaian yang telah diperbaiki itu akan diuji ulang dan digunakan kembali dalam pengoperasian LRT Jabodebek. "Betul [nanti] masih menggunakan kereta yang sama yang telah diperbaiki. Nanti diuji ulang," ucap Bambang kepada Bisnis.com, Kamis (11/11/2021).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LRT
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top